home ANALISIS, Internasional, OPINI Wujud Jangka Panjang Membantu Palestina

Wujud Jangka Panjang Membantu Palestina

Pengakuan Trump terhadap Yerusalem sebagai ibu kota Israel, sejatinya merupakan pengakuan diri Amerika Serikat sebagai negara Adidaya. Lantas, apakah dominasi Amerika ini dapat ditandingi dengan kecaman puluhan negara mayoritas Islam? Entahlah.
.
Namun yg jelas, poros terkuat dunia saat ini hanya berada di 2 tangan, Amerika & Rusia. Bahkan hukum internasional pun selalu mendadak tumpul jika berhadapan dengan keduanya. Sehingga wajar saja, andaikan klaim Yerusalem ini sudah masuk dalam tahap eksekusi, maka hanya Rusia satu2nya negara yg bisa diharapkan untuk menentang eksekusi dengan jalur militer.
.
Karena gertakan dari pemimpin sekelas presiden Rusia lebih ditakuti Amerika dari kecaman puluhan negara. Begitu teorinya. Setidak-tidaknya, Rusia memiliki senjata nuklir untuk membungkam kesombongan Amerika.
.
Sehingga benar sekali pendapat klasik seorang Wahid Hasyim, bahwa Gerakan Non-Blok hanyalah omong kosong. Karena dominasi dunia hanya dapat dimunculkan dengan poros terkuat. Maka masuk akal, menjalin koalisi dengan negara Adidaya sebagai program jangka panjang (dalam hal ini Rusia), akan meningkatkan eksistensi dan dominasi politik global sebuah negara.
.
Namun apakah Indonesia memiliki rencana ke arah sana? Saya pribadi agak ragu akan ada presiden Indonesia yg berani mengambil langkah nekat ini.

.

Ditulis oleh : IDIK SAEFUL BAHRI, S.H.

Facebook Comments
TAGS:

IDIK SAEFUL BAHRI

Idik Saeful Bahri, S.H. adalah warganet yang aktif mempromosikan hubungan kuat antara Keagamaan, Kenegaraan, dan Kebudayaan. Bahwa ketiganya merupakan suatu kesatuan yang saling melengkapi, bukan merupakan bagian terpisah yang saling bertentangan. Islam, Indonesia, dan Tradisi, dapat hidup beriringan dalam kehidupan sosial masyarakat. Karena diatas ketiganya berdiri suatu fondasi kuat yang alamiyah dari Tuhan, yaitu Kemanusiaan. Konflik atas dasar pertentangan diantara agama, negara, dan budaya, seharusnya dapat dihindari karena kesadaran akan unsur kesatuan makhluk (Kemanusiaan). Dalam sebagian tulisannya, Idik Saeful Bahri biasa menggunakan nama pena, yakni @idikms.

Tinggalkan Balasan

Bahasa Rakyat