home OPINI Tentang Kesalahan Tulisan Arab Seorang Ustadzah

Tentang Kesalahan Tulisan Arab Seorang Ustadzah

Kesalahan penulisan arab dan kesalahan penjelasan seorang “ustadzah” di salah satu tv swasta nasional, memang menjadi keprihatinan bersama. Begitu mudahnya orang disebut ustadz, disebut kiai, disebut ulama, di lingkungan kota hanya karena memiliki penyampaian orasi yg baik. Bukan hanya di Jakarta, di hampir semua kota-kota besar di Indonesia, labelling “ustadz” itu melekat bagi orang yg hanya hafal 1 atau 2 hadits saja secara fasih.
.
Yang kadang menjadi pertanyaan saya, dimana yg katanya ada 5 juta santri di negeri ini? Mengapa eksistensinya “jarang” terlihat di televisi nasional? Ini yang menjadi PR bersama, bagaimana caranya menghilangkan rasa “malu” seorang santri untuk tampil di muka publik dalam skala nasional. Sementara orang bodoh mengambil panggung dengan leluasa, dan si cerdas hanya fokus di lingkup daerahnya.
.
Entah mengapa saya berpikir, pondok pesantren sudah seharusnya terbuka menjalin komunikasi dengan banyak pihak, utamanya media, baik cetak maupun elektronik. Tak usah perpanjang perdebatan tentang tv pro-Islam atau tv-anti Islam misalnya, karena sejatinya santri harus masuk di semua lini. Kuasai media cetak, kuasai media informasi, kuasai media sosial, kuasai tayangan televisi.
.
Tak usah repot-repot memilih, ini pro Islam dan ini anti Islam. Ini liberal ini radikal. Ini yg Said Aqil ini yg Rizieq Syihab. Tak usah sejauh itu. Santri sudah sepantasnya memulai karir memasuki segala penjuru yang ada. Partai Islam maupun Nasionalis, media pro Islam maupun kontra Islam, organisasi Pancasilais maupun organisasi Islam, semua nya harus dimasuki oleh kaum sarungan itu.
.
Tak perlu terlalu menghujat keadaan yg sudah berlalu. Kesalahan tulisan arab itu hanya bagian kecil dari kesalahan kita. Sehingga Tuhan akan bertanya, “mengapa pula tak kau kuasai media itu? Mengapa kau biarkan orang bodoh mengambil alih peran mu?”
.
Maka Tuhan pun tersenyum dengan kesalahan kita…

.

Ditulis oleh : IDIK SAEFUL BAHRI, S.H.

Facebook Comments
TAGS:

IDIK SAEFUL BAHRI

Idik Saeful Bahri, S.H. adalah warganet yang aktif mempromosikan hubungan kuat antara Keagamaan, Kenegaraan, dan Kebudayaan. Bahwa ketiganya merupakan suatu kesatuan yang saling melengkapi, bukan merupakan bagian terpisah yang saling bertentangan. Islam, Indonesia, dan Tradisi, dapat hidup beriringan dalam kehidupan sosial masyarakat. Karena diatas ketiganya berdiri suatu fondasi kuat yang alamiyah dari Tuhan, yaitu Kemanusiaan. Konflik atas dasar pertentangan diantara agama, negara, dan budaya, seharusnya dapat dihindari karena kesadaran akan unsur kesatuan makhluk (Kemanusiaan). Dalam sebagian tulisannya, Idik Saeful Bahri biasa menggunakan nama pena, yakni @idikms.

Tinggalkan Balasan

Bahasa Rakyat