home HIBURAN, Sulap Tebakan Simpel

Tebakan Simpel

Pengenalan

Permainan ini sangat simpel, simpel sekali. Saya tidak mengharapkan anda menggunakan trik ini untuk orang dewasa. Ini untuk digunakan kepada anak-anak, mungkin untuk murid-murid SD anda. Dengan bermain ini, setidaknya bisa menarik perhatian dan bisa menghibur anak-anak disekeliling kita. Anda bisa mengembangkan permainan ini dengan gaya anda.

 

Cara Bermain

  1. Suruh seorang anak untuk memikirkan sebuah angka, tanpa sepengetahuan anda. Kalau perlu, tulis angka itu di sebuah kertas. (Misalnya si anak memikirkan angka 3)
  2. Suruh anak itu mengalikan angka tersebut dengan angka 5. (Berarti si anak akan mengalikan angka 3 dengan 5. Hasilnya 15)
  3. Suruh lagi mengalikan hasil angka itu dengan angka 2. (15 x 2 = 30)
  4. Suruh bagi hasil angkanya dengan angka pertama si anak. (30 : 3 = 10)
  5. Lalu suruh di tambahkan angka 120, dikurangi angka 13, ditambah 45, dikurangi angka 70. (10 + 120 – 13 + 45 – 70 = 92)
  6. Kemudian anda tebak bahwa angka terakhir adalah 92.

 

 

Trik dan Strategi

  1. Ketika kita menyuruh si anak mengalikan angka 3 dan mengalikan angka 5, di benak kita, kita kalikan 3 x 5 = 10. Ketika kita menyuruh membaginya dengan angka si anak, kita tetap menyimpan angka 10.
  2. Maka ke sananya sama saja. 10 + 120 – 13 + 45 – 70 = 92.
  3. Intinya, awal mula permainan, anda gunakan perkalian dan pembagian (dengan sembarang angka). Kemudian suruh si anak untuk membaginya dengan angka yang dia pikirkan di awal (disini triknya). Untuk selanjutnya, anda bisa mengembangkannya sesuka anda, karena angka si anak dan angka di pikiran anda sudah sama. Anda bisa mengembangkannya bahkan dengan perhitungan-perhitungan yang sulit. Untuk menambah kesan diri anda lebih hebat, berikan sebuah kalkulator kepada si anak.

 

=====================

Ditulis oleh : @idikms

Facebook Comments
TAGS:

IDIK SAEFUL BAHRI

Idik Saeful Bahri, S.H. adalah warganet yang aktif mempromosikan hubungan kuat antara Keagamaan, Kenegaraan, dan Kebudayaan. Bahwa ketiganya merupakan suatu kesatuan yang saling melengkapi, bukan merupakan bagian terpisah yang saling bertentangan. Islam, Indonesia, dan Tradisi, dapat hidup beriringan dalam kehidupan sosial masyarakat. Karena diatas ketiganya berdiri suatu fondasi kuat yang alamiyah dari Tuhan, yaitu Kemanusiaan. Konflik atas dasar pertentangan diantara agama, negara, dan budaya, seharusnya dapat dihindari karena kesadaran akan unsur kesatuan makhluk (Kemanusiaan). Dalam sebagian tulisannya, Idik Saeful Bahri biasa menggunakan nama pena, yakni @idikms.

Tinggalkan Balasan

Bahasa Rakyat