home HUKUM, OPINI Sekelumit Mahkamah Konstitusi

Sekelumit Mahkamah Konstitusi

Sifat final & binding (baca: tidak ada upaya hukum) yg melekat dalam setiap putusan Mahkamah Konstitusi, disamping memberikan nilai kepastian hukum, namun juga memberikan gejolak di masyarakat. Benar kata Haedar Nashir (Ketum Muhammadiyah), bahwa hakim MK sudah seperti sosok-sosok dewa.
.
Bagi saya, setiap putusan MK terhadap suatu judicial review bisa diputus berbeda oleh 9 hakim yg berbeda & dalam kondisi waktu yg berbeda pula. Hal inilah yg menyadarkan saya bahwa putusan MK bisa jadi sangat subjektif. Ditambah dengan adanya beberapa kasus suap terhadap hakim MK, memberikan keyakinan kepada kita bahwa putusan MK tak bisa lepas dari kesalahan.
.
Sehingga wajar, desakan untuk membubarkan MK melalui amandemen UUD 1945 terus menguat. Namun apakah pembubaran adalah solusi? Bagi saya, ada celah besar yg seharusnya diperbaiki. Banyaknya tumpang tindih aturan hukum yg kita miliki, bermuara pada 1 hal, yakni terjadinya beberapa lubang dalam konstitusi. Sehingga yg menjadi prioritas seharusnya adalah amandemen UUD 1945 secara utuh. Dan ini mengharuskan kita memiliki parlemen idealis yg kuat.
.
MK harus tetap ada demi menjaga marwah konstitusi, namun harus diberikan format yg ketat, utamanya mengenai sifat final & binding yg harus dipilah kembali.

.

Ditulis oleh : IDIK SAEFUL BAHRI, S.H.

Facebook Comments
TAGS:

IDIK SAEFUL BAHRI

Idik Saeful Bahri, S.H. adalah warganet yang aktif mempromosikan hubungan kuat antara Keagamaan, Kenegaraan, dan Kebudayaan. Bahwa ketiganya merupakan suatu kesatuan yang saling melengkapi, bukan merupakan bagian terpisah yang saling bertentangan. Islam, Indonesia, dan Tradisi, dapat hidup beriringan dalam kehidupan sosial masyarakat. Karena diatas ketiganya berdiri suatu fondasi kuat yang alamiyah dari Tuhan, yaitu Kemanusiaan. Konflik atas dasar pertentangan diantara agama, negara, dan budaya, seharusnya dapat dihindari karena kesadaran akan unsur kesatuan makhluk (Kemanusiaan). Dalam sebagian tulisannya, Idik Saeful Bahri biasa menggunakan nama pena, yakni @idikms.

Tinggalkan Balasan

Bahasa Rakyat