home KARYA, NOVEL, Restrayer Rilis Terbitnya Novel “RESTRAYER”

Rilis Terbitnya Novel “RESTRAYER”

Buku pertama berjudul “RESTRAYER”. Sebuah kisah yang berawal dari perang gangster di Cirebon yang menewaskan 4 orang. Masyarakat menganggap polisi lamban dalam penanganan perkara. Sehingga terjadilah peristiwa berdarah pada tahun 1997. Warga Cirebon dengan inisiatif sendiri, membubarkan perang geng yang menewaskan 21 orang berandalan bermotor. Tak ingin kejadian serupa terulang, Kapolres Cirebon, Kombes Pol Dudung Ruanda meminta bantuan Polda Jabar untuk ikut membantu dalam menyelesaikan kasus itu. Atas banyak pertimbangan, Irjen Pol Tatang Suanda yang merupakan Kapolda Jabar, merekomendasikan Kompol Boni (Anggota terbaik Baintelkam POLRI, lembaga intelijen di tubuh polisi) untuk turun tangan mendalami kehidupan kelam dunia jalanan. Kisah ini semakin menarik dengan kemunculan agen mata-mata dari BIN yang sedang melakukan tugas resmi menyusup ke dunia gangster.
.
Judul novel: RESTRAYER, Kelahiran dan Invasi Kerajaan Jalanan
Penulis: Idik Saeful Bahri
Jumlah halaman: 305
Ukuran layout buku: A5
ISBN: 978-602-6644-21-3
Penerbit: CV Rasi Terbit, Bandung
Harga: Rp.58.000
Pemesanan: 081-947-100-809 (bisa WA)
Pengiriman dari Bandung.
.
Sinopsis dan beberapa lembar cerita nya bisa di akses di website: www.BahasaRakyat.com
.
#karya #pribadi #buku #novel #imajinasi #penulis #sastra #rasiterbit #bandung #FreeJustice #idikms #InstaPict #Traveling #PesonaAlam #Indonesia #Kebebasan #Keragaman #Keindahan #Nusantara

Facebook Comments
TAGS:

IDIK SAEFUL BAHRI

Idik Saeful Bahri, S.H. adalah warganet yang aktif mempromosikan hubungan kuat antara Keagamaan, Kenegaraan, dan Kebudayaan. Bahwa ketiganya merupakan suatu kesatuan yang saling melengkapi, bukan merupakan bagian terpisah yang saling bertentangan. Islam, Indonesia, dan Tradisi, dapat hidup beriringan dalam kehidupan sosial masyarakat. Karena diatas ketiganya berdiri suatu fondasi kuat yang alamiyah dari Tuhan, yaitu Kemanusiaan. Konflik atas dasar pertentangan diantara agama, negara, dan budaya, seharusnya dapat dihindari karena kesadaran akan unsur kesatuan makhluk (Kemanusiaan). Dalam sebagian tulisannya, Idik Saeful Bahri biasa menggunakan nama pena, yakni @idikms.

Tinggalkan Balasan

Bahasa Rakyat