home HIBURAN, Sulap Prediksi Dadakan

Prediksi Dadakan

Pengenalan

Permainan ini setidaknya harus menggunakan kalkulator, baik teman anda maupun anda sendiri sebagai pesulap. Mungkin bisa digunakan ketika nongkrong bareng teman yang memiliki handphone.

 

Cara Bermain

  1. Anda suruh teman anda untuk memikirkan angka genap. (Misalnya teman anda memikirkan angka 18)
  2. Anda minta angka yang dipikirkan oleh teman anda tersebut. (Teman anda menyatakan kepada anda bahwa angkanya adalah 18)
  3. Anda langsung memberikan sebuah prediksi yang ditulis di sebuah kertas.
  4. Teman anda tidak percaya, tapi anda akan membuktikannya.
  5. Anda menyuruh teman anda untuk membagi angkanya dengan angka 2. (Karena teman anda memilih angka 18, berarti 18 : 2 = 9)
  6. Suruh jumlahkan hasilnya dengan angka pertama teman anda. (9 + 18 = 27)
  7. Kalikan dengan angka 10. (27 x 10 = 270)
  8. Ketika membuka kertas prediksi anda, hasilnya sama.

 

Trik dan Strategi

  • Ketika teman anda memberitahukan angka pertamanya, yaitu 18, anda langsung kalikan angka tersebut dengan angka 15. Dengan menggunakan kalkulator handphone, anda kalikan hasil dari 18 x 15 = 270.
  • Anda langsung membuat prediksi. Di sini akting anda benar-benar di uji. Untuk selanjutnya anda harus menggunakan angka-angka di atas. Pertama harus dibagi dulu dengan 2, kemudian ditambah angka pertama teman anda, dan selanjutnya angka 10.
  • Untuk lebih mengesankan, anda bisa variasikan sesuka anda. Misalnya setelah mendapatkan angka dari teman anda, anda kalikan dengan 15, kemudian anda jumlahkan, kalikan, kurangi, dan bagi dengan angka sesuka anda. Tapi anda harus ingat angka-angka itu, untuk selanjutnya anda suruh ke teman anda.

 

 

===========================

Ditulis oleh : @idikms

Facebook Comments
TAGS:

IDIK SAEFUL BAHRI

Idik Saeful Bahri, S.H. adalah warganet yang aktif mempromosikan hubungan kuat antara Keagamaan, Kenegaraan, dan Kebudayaan. Bahwa ketiganya merupakan suatu kesatuan yang saling melengkapi, bukan merupakan bagian terpisah yang saling bertentangan. Islam, Indonesia, dan Tradisi, dapat hidup beriringan dalam kehidupan sosial masyarakat. Karena diatas ketiganya berdiri suatu fondasi kuat yang alamiyah dari Tuhan, yaitu Kemanusiaan. Konflik atas dasar pertentangan diantara agama, negara, dan budaya, seharusnya dapat dihindari karena kesadaran akan unsur kesatuan makhluk (Kemanusiaan). Dalam sebagian tulisannya, Idik Saeful Bahri biasa menggunakan nama pena, yakni @idikms.

Tinggalkan Balasan

Bahasa Rakyat