home CERITA PENDEK Pengalaman Facial Pertama di Larissa

Pengalaman Facial Pertama di Larissa

Nyambung sebenarnya dari kisah sebelumnya Pengalaman Interview Kerja.

Setelah selesai interview kerja yang selesai sekitar jam 14:10, gua langsung nanya-nanya harga perawatan ngilangin jerawat ke Natasha. Gua yakin bagi lo yang sering facial atau perawatan kulit dan kecantikan, nama Natasha memang bukan nama yang asing lagi. Tapi bagi lo yang belum pernah, kayaknya agak kampungan deh. haha

Ok. Bagi lo yang lagi butuh informasi keberadaan Natasha di Yogyakarta, salah satunya lo bisa datang ke Ambarrukmo Plaza di Jalan Laksda Adisucipto, lantai 1 Blok B4-6, di sana lo bisa langsung ketemu sama mba Natasaha.

Gua masuk dan gua tanya-tanya mengenai harga perawatan ngilangin jerawat. Hampir shock bro pertama gua dengar harganya. Buat cream perawatan aja, harganya bisa nyampe Rp. 300.000, itu belum harga perawatan facial. Facial kisaran Rp. 80.000 sampe Rp. 300.000. Gila mahal banget, mungkin bagi lo yang dompetnya tebel, “ah murah”, tapi bagi gua? Oh come on, mahasiswa bro.

Habis tanya-tanya gua langsung cabut, sambil bawa brosur Natasha yang gambar depannya cewek cantik.

Habis itu, gua langsung cabut ke Larissa, salah satu saingan terberat Natasha. Memang benar si, Natasha sama Larissa gak bisa kita bandingin, satu kelasnya udah luas, satu lagi (Larissa) masih regional, hanya di kota-kota besar. Tapi jangan salah, masalah kualitas tidak terlalu jauh dari Natasha. Ditambah dengan salah satu keunggulan Larissa, Lumayan Murah, lumayan terjangkau lah buat dompet mahasiswa.

Oh iya, awalnya gua search di google alamat Larissa, tapi hati-hati, ada kesalahan fatal tuh. Gua search di google alamat Larissa di Yogyakarta, ternyata gua dapet alamat di Jalan Reksobayan No. 8 Yogyakarta. Pas depan kantor Polres Yogyakarta. Tapi tunggu, dari awal di liat dari luar sebenarnya gua udah gak yakin ini tempatnya. Tapi gua paksain aja masuk. Dan benar feeling gua, ternyata itu alamat kantor kerja Larissa nya, bukan tempat perawatan-nya. Oh come on, Ternyata pas gua tanya, tempat perawatannya yang ada buat cowok cuma dua cabang di Yogyakarta, yang satu di Jalan Magelang No. 26 KM. 6, dan yang satunya lagi di Jalan Simanjuntak No. 78.

Gua sebenarnya udah satu tahun di Yogyakarta, tapi gua masih kesulitan ngafalin jalan-jalan di Yogyakarta. Dari dua jalan yang gua sebutin itu, yang gua tau hanya jalan Magelang, gua gak tau dimana tuh Jalan Simanjuntak, katanya si di depannya perpus UGM, tapi mau gimana lagi gua gak tau. Padahal sebenarnya, dari jalan Reksobayan, lebih deket ke jalan Simanjuntak daripada ke jalan Magelang. Tapi tak apalah, semua ini gua lakuin buat wajah gua yang kusut.

Gak terlalu sulit nemuin Larissa di jalan Magelang, pas depannya Jogja City Mall, salah satu Mall paling megah dan paling modis di Yogyakarta. Gua langsung masuk, dan gua langsung daftar.

Awalnya gua gak bawa duit, gua izin dulu ke ATM buat ngambil duit. Gua ngambil duit di ATM BRI di Jogja City Mall.

Habis ngambil duit, gua kembali ke mba Larissa. Gua tanda tangan perjanjian, dan gua menunggu sekitar beberapa menit sebelum akhirnya dipanggil.

Gua dibawa masuk, dan pertama kali gua bertemu dokter perempuan ibu-ibu. Dia nanyain apa keluhan gua, gua jawab aja masalah jerawat. Terus tiba-tiba dia nempelin alat ke muka gua, sambil ngomong, “Berminyak mas yah..”, udah gak usah dijawab, gua juga males jawabnya.

Nah, terus dia nganjurin gua buat ikut perawatan. Dia nawarin harga. Perawatan pertama yang cocok buat muka gua adalah dengan perawatan Meso Anti Acne yang harganya Rp. 200.000. Dia juga nawarin paket cream, yaitu Facial foam tea tree 100 ml harganya Rp. 18.000, Acne lotion harganya Rp. 27.000, Obat racikan M2 harganya Rp. 55.000, terakhir Obat racikan P3 harganya Rp. 55.000.

Karena sebelumnya gua nanyain ke Natasha, gua gak mikir-mikir lagi. Ini Larissa lebih murah dari Natasha. Gua langsung iya aja.

Dan treng, selama kurang lebih dua jam gua ngejalanin perawatan penghilangan jerawat. Gila sakit banget bro, kaya di tusuk-tusuk jarum. Tapi tak apalah, mungkin ini salah satu bentuk pengorbanan.

Dua jam sudah gua tiduran di kasur. Terus gua disuruh ke kasir, bayar seperti yang ada di nota, seharga Rp. 355.000, sambil di beri bonus kalender Larissa.

Ok sekian, yang paling penting ternyata gua harus ngejalanin perawatan secara mandiri dengan cream-cream yang udah gua beli. Dan ini yang paling menyebalkan. Gua harus siap puasa, puasa dari makan makanan yang pedas, dari makanan yang berminyak, kacang-kacangan dan beberapa pantangan lain yang bisa menimbulkan jerawat di wajah. Oh God, help me.

 

====================

Ditulis oleh : IDIK SAEFUL BAHRI, S.H.

 

Facebook Comments
TAGS:

IDIK SAEFUL BAHRI

Idik Saeful Bahri, S.H. adalah warganet yang aktif mempromosikan hubungan kuat antara Keagamaan, Kenegaraan, dan Kebudayaan. Bahwa ketiganya merupakan suatu kesatuan yang saling melengkapi, bukan merupakan bagian terpisah yang saling bertentangan. Islam, Indonesia, dan Tradisi, dapat hidup beriringan dalam kehidupan sosial masyarakat. Karena diatas ketiganya berdiri suatu fondasi kuat yang alamiyah dari Tuhan, yaitu Kemanusiaan. Konflik atas dasar pertentangan diantara agama, negara, dan budaya, seharusnya dapat dihindari karena kesadaran akan unsur kesatuan makhluk (Kemanusiaan). Dalam sebagian tulisannya, Idik Saeful Bahri biasa menggunakan nama pena, yakni @idikms.

Tinggalkan Balasan

Bahasa Rakyat