home Akidah, NGAJI ONLINE Mengimani Para Nabi dan Rasul

Mengimani Para Nabi dan Rasul

Telah disinggung sebelumnya, bahwa alam raya yang begitu besar ini tentulah ada yang menciptakan. Dialah Allah Yang Maha Kuasa atas segala sesuatu yang menciptakan langit dan bumi beserta segala sesuatu yang ada di dalamnya. Allah memiliki kehendak mutlak dalam setiap apa yang Dia ciptakan.

Tapi kita sebagai orang biasa, tentu tidak bisa menganalisa keberadaan Allah kecuali dengan adanya ciptaanNya. Kita sudah paham bersama, bahwa Allah adalah dzat yang tidak bisa dijangkau oleh manusia maupun jin, dan tidak bisa dideteksi bahkan oleh teknologi yang paling canggih sekalipun. Mengapa? Karena kita sudah membahasnya, bahwa Allah tidak dipengaruhi oleh ruang dan waktu. Sementara teknologi ciptaan manusia, se-canggih apapun itu, pasti tidak bisa dilepaskan dari yang namanya dimensi ruang dan waktu. Itu artinya, teknologi sehebat apapun buatan manusia, jelas tidak akan sanggup mendeteksi keberadaan Allah, karena Allah dijauhkan dari setiap dimensi kemakhlukan.

Maka dari itu, Allah mengutus hamba-hambaNya yang shaleh untuk menjelaskan keberadaanNya. Allah memahami bahwa manusia maupun jin tidak akan sanggup jika langsung berhadapan dengan Allah. Maka dari itu, Allah memilih utusan dari kalangan manusia untuk menyampaikan kehadiranNya. Kita harus meyakini, bahwa setiap perjalanan sejarah manusia dan jin pasti memiliki makna tertentu. Allah tentu lebih tahu alasan inti dibalik diutusnya para nabi dan rasul.

Melalui ucapan nabi dan rasul lah, kabar keberadaan Allah sampai kepada kita. Sebenarnya akal kita secara kodrati bisa memahami bahwa alam raya ini tentu sudah ada yang menciptakan, tapi melalui kalam ilahi lah penegasan itu lebih bisa diterima.

 

  • Perbedaan Nabi dan Rasul

Dua istilah nabi dan rasul memang kadang dianggap sama, padahal memiliki hakikat yang berbeda.

Nabi lebih diartikan sebagai hamba Allah yang shaleh, yang diberi wahyu olehNya melalui perantara malaikat Jibril, hanya saja tidak memiliki kewajiban untuk mendakwahkan apa yang sudah mereka terima. Sementara Rasul merupakan penegasan akan kenabian seseorang. Artinya, rasul ini diwajibkan untuk mengajak umat manusia dan umat jin serta seluruh makhluk Tuhan untuk mengimani keberadaan Tuhan. Kitab atau wahyu yang diturunkan oleh Allah, wajib disebarkan oleh para rasul kepada umatnya masing-masing.

Bisa kita tarik sebuah kesimpulan, bahwa setiap rasul berarti nabi, tapi tidak semua nabi adalah rasul. Hal ini mengisyaratkan, bahwa ketika ada manusia dilabeli dengan kata rasul, maka secara otomatis orang tersebut juga merupakan seorang nabi. Tapi tidak berlaku sebaliknya.

Setiap nabi dan rasul akan menyampaikan misinya untuk kaumnya sendiri. Tidak bisa kita sangkal lagi, bahwa banyak nabi dan rasul yang lahir untuk kalangan Yahudi. Kaum Yahudi memang adalah kaum kesayangan Tuhan di masa lalu. Maka tidak heran, bangsa ini melahirkan banyak nabi dan rasul.

Tapi walau begitu, sifat rasisme bangsa Yahudi membuat Tuhan memilih skenario lain untuk mempercantik kehidupan di dunia ini. Allah mengutus nabi terakhir dari kalangan bangsa Arab, bangsa yang pada saat itu dianggap sebagai bangsa yang paling kuno. Bangsa Arab ini sejatinya merupakan bangsa yang menjadi saudara dari bangsa Yahudi, hanya saja Yahudi tidak mau menerima bangsa Arab sebagai saudaranya karena menganggap diri mereka lebih baik ketimbang bangsa Arab.

 

  • Jumlah Nabi dan Rasul

Agak berbeda setiap referensi untuk menyebutkan jumlah nabi dan rasul. Hanya saja, sumber yang sudah menjadi rujukan mayoritas umat Muslim di dunia, dikatakan bahwa jumlah nabi seluruhnya adalah 124.000. Sementara jumlah rasul seluruhnya adalah 315 rasul, walau ada juga yang menyebut 313 atau 314 rasul.

Banyaknya nabi dan rasul tentu akan menyulitkan kita sebagai umat yang lahir di akhir zaman. Oleh karena itu, Allah hanya mewajibkan kita untuk mengetahui minimal 25 nabi dan rasul. 25 nabi dan rasul ini merupakan hamba-hamba pilihan Allah dari sekian ratus rasul dan sekian ribu nabi diantara yang lainnya. Perjuangan yang besar dan kehidupan yang sangat berat membuat Allah meninggikan derajat 25 nabi dan rasul diantara makhluk yang lainnya.

 

  • Wajib Kita Ketahui

Ada 25 nabi dan rasul yang wajib hukumnya bagi umat Muslim untuk mengetahuinya. Berikut 25 nabi dan rasul beserta profil singkat dan beberapa kisah-kisah terkenalnya.

  1. Nabi Adam

Diketahui oleh tiga agama: Islam; Kristen; Yahudi, bahwa dahulu Adam tinggal di Surga. Ketika Allah menyuruh seluruh makhluk langit bersujud kepada Adam, seluruhnya sujud kecuali Iblis, sang penguasa para malaikat. Iblis menganggap dirinya lebih baik daripada manusia. Oleh karena itu, Allah melaknat Iblis karena tidak mematuhi perintahNya.

Iblis pun akhirnya menggoda nabi Adam dan Hawa untuk memakan buah khuldi, buah yang memang di larang oleh Allah. Karena memakan buah inilah, nabi Adam dan Hawa diturunkan oleh Allah ke muka bumi.

Perlu kita kaji disini, bahwa kita tidak dianjurkan untuk menyalahkan Adam dan Hawa yang memakan buah khuldi. Allah Maha Mengetahui segala sesuatu. Sebelum manusia diciptakan, Allah sudah memilihkan bumi sebagai tempat tinggalnya. Itu artinya, nabi Adam memakan buah khuldi ataupun tidak, keturunan Adam yaitu manusia akan ditempatkan oleh Allah dimuka bumi.

Disebutkan dalam kitab-kitab Islam, bahwa diperkirakan nabi Adam hidup terpaut angka dengan kita sekitar 9.000 tahun yang lalu. Dan Adam ini adalah manusia pertama yang diciptakan oleh Allah. Tapi kita juga harus menyadari, bahwa Adam bukanlah makhluk pertama yang mendiami bumi, karena Allah telah menciptakan makhluk lain sebelum Adam untuk dijadikan khalifah di muka bumi ini.

  1. Nabi Idris

Menurut Ibnu Katsir, Nabi Idris merupakan jalur nasab Rasulullah Saw. Nasabnya adalah Idris bin Yared bin Mahalail bin Qainan bin Anusy bin Syits bin Adam AS. Al-Maghluts menyebutkan, Idris hidup sekitar tahun 4533-4188 SM. Usianya diperkirakan sekitar 345 tahun, ada pula yang menyebutkan usianya 308 tahun. Hal ini juga disebutkan oleh Ibnu Katsir dalam Qishash al-Anbiya’ yang mengutip keterangan dari Ibnu Ishaq.
Nabi Idris diakui oleh banyak ulama dan ahli tafsir, adalah seorang nabi yang memiliki banyak keistimewaan, diantaranya kemampuannya dalam menulis, menggambar, menjahit, dan menguasai ilmu perbintangan (astronomi).

Pada masanya manusia sudah berbicara dalam 72 bahasa. Saat ia berdakwah kepada kaumnya, Idris sudah menggambar pembangunan kota-kota sehingga kota yang berhasil dibangunnya berjumlah 188 kota. Dan Nabi Idris pula yang membagi wilayah bumi menjadi empat bagian dan menetapkan setiap bagiannya seorang raja. Nama-nama raja itu adalah Elaus, Zous, Esqlebeos, dan Zous Amon.

Ibnu Ishaq menerangkan, Idris adalah manusia pertama yang menulis dengan pena. Rasul Saw bersabda; “Dahulu, ada seorang nabi yang menulis dengannya (maksudnya menulis di atas pasir). Barang siapa yang sejalan dengan tulisannya, demikian itulah (tulisannya).”

  1. Nabi Nuh

Sebelum lahirnya kaum Nabi Nuh, telah hidup lima orang saleh dari datuk-datuk kaum Nabi Nuh. Mereka hidup selama beberapa zaman kemudian mereka mati. Nama-nama mereka adalah Wadd, Suwa’, Yaghuts, Ya’uq dan Nasr.

Setelah kematian mereka, orang-orang membuat patung-patung dari mereka, dalam rangka menghormati mereka dan sebagai peringatan terhadap mereka. Kemudian berlalulah waktu, lalu orang-orang yang memahat patung itu mati. Lalu datanglah anak-anak mereka, kemudian anak-anak itu mati, dan datanglah cucu- cucu mereka. Kemudian timbullah berbagai dongeng dan khurafat yang membelenggu akal manusia di mana disebutkan bahwa patung-patung itu memiliki kekuatan khusus.

Dalam situasi seperti ini, Allah Swt mengutus Nuh a.s untuk membawa ajaran ilahi kepada kaumnya. Nabi Nuh adalah seorang hamba yang akalnya tidak terpengaruh oleh keadaan sekeliling, yang menyembah selain Allah Swt. Allah Swt memilih hamba-Nya Nuh dan mengutusnya di tengah-tengah kaumnya.

  1. Nabi Hud

Nabi Hud hidup sekitar 2450-2321 SM. Nabi Hud seorang nabi yang diutus untuk Kaum ‘Ad yang tinggal di al-Ahqaf, Rubu’ al-Khali-Yaman.

Pembalasan Tuhan terhadap kaum ‘Ad yang kafir diturunkan dalam dua tahap.Tahap pertama berupa kekeringan yang melanda ladang-ladang dan kebun-kebun mereka, sehingga menimbulkan kecemasan dan kegelisahan, kalau-kalau mereka tidak memperolehi hasil dari ladang-ladang dan kebun-kebunnya seperti biasanya.

Kaum ‘Ad akhirnya diazab oleh Allah dengan tiupan angin yang begitu besar.  Adapun Nabi Hud dan para sahabatnya yang beriman telah mendapat perlindungan Allah dari bencana yang menimpa kaumnya.

  1. Nabi Shaleh

Nabi Shaleh hidup sekitar tahun 2150-2080 SM. Nabi Shaleh adalah salah seorang nabi dan rasul dalam agama Islam yang diutus kepada Kaum Tsamūd. Ia diangkat menjadi nabi pada tahun 2100 SM. Dia telah diberikan mukjizat yaitu seekor unta betina yang dikeluarkan dari celah batu dengan izin Allah yakni bagi menunjukkan kebesaran Allah kepada kaum Tsamud.

Malangnya, kaum Tsamud masih mengingkari ajaran Shaleh, mereka membunuh unta betina milik nabi Shaleh tersebut. Akhirnya kaum Tsamud dibalas dengan azab yang amat dahsyat yaitu dengan satu tempikan dari Malaikat Jibril yang menyebabkan tubuh mereka hancur berai.

  1. Nabi Ibrahim

Nabi Ibrahim hidup sekitar 1997-1822 SM. Nabi Ibrahim merupakan nabi dalam agama Samawi. Ia mendapat gelar dari Allah dengan gelar Khalil Allah (Sahabat Allah). Selain itu ia bersama anaknya, Ismail terkenal sebagai pembangun Kabah. Ia diangkat menjadi nabi sekitar tahun 1900 SM, diutus untuk kaum Kaldān yang terletak di kota Ur, negeri yang disebut kini sebagai Irak. Ibrahim dianggap sebagai salah satu nabi Ulul azmi

Secara keturunan, Nabi Ibrahim memiliki nasab Ibrahim bin Azzar bin Tahur bin Sarush bin Ra’uf bin Falish bin Tabir bin Shaleh bin Arfakhsad bin Syam bin Nuh. Ia dilahirkan di sebuah tempat bernama Faddam, A’ram, yang terletak di dalam kawasan kerajaan Babilonia. Kemudian ia memiliki 2 orang putra yang dikemudian hari menjadi seorang nabi pula, yaitu Ismail dan Ishaq. Sedangkan Yaqub adalah cucu dari Ibrahim.

  1. Nabi Luth

Nabi Luth hidup sekitar 1950-1870 SM. Nabi Luth adalah salah satu nabi yang diutus untuk negeri Sadum dan Gomorrah. Ia diangkat menjadi nabi pada tahun 1900 SM. Ia ditugaskan berdakwah kepada Kaum yang tinggal di negeri Sadum, Syam, Palestina. Namanya disebutkan sebanyak 27 kali dalam Al-Quran. Ia menikah dengan seorang gadis yang bernama Ado kemudian memiliki 2 anak perempuan. Ia meninggal di Desa Shafrah di Syam, Palestina.

Nabi Luth adalah anak keponakan dari Nabi Ibrahim. Ayahnya yang bernama Haran (Abara’an) bin Tareh adalah saudara kandung dari Ibrahim, ayahnya kembar dengan pamannya yang bernama Nahor. Silsilah lengkapnya adalah Luth bin Haran bin Azara bin Nahur bin Suruj bin Ra’u bin Falij bin ‘Abir bin Syalih bin Arfahsad bin Syam bin Nuh.

  1. Nabi Ismail

Nabi Ismail hidup sekitar 1911-1779 SM. Nabi Ismail adalah seorang nabi dalam kepercayaan agama samawi. Ismail adalah putera dari Ibrahim dan Hajar, kakak kandung dari Ishaq. Ia diangkat menjadi nabi pada tahun 1850 SM. Ia tinggal di Amaliq dan berdakwah untuk Qabilah Yaman, Mekkah. Namanya disebutkan sebanyak 12 kali dalam Al-Quran. Ia meninggal pada tahun 1779 SM di Mekkah. Secara tradisional ia dianggap sebagai Bapak Bangsa Arab.

  1. Nabi Ishak

Nabi Ishak hidup sekitar 1761 SM – 1638 SM. Nabi Ishak adalah putra kedua Nabi Ibrahim setelah Ismail yang ibunya  adalah Sarah dan merupakan orang tua dari Nabi Yakub.

Ishak diutus untuk masyarakat Kana’an di wilayah Al-Khalil Palestina. Kisah Nabi Ishak sangat sedikit diceritakan dalam Al-Qur’an. Nabi Ishak disebutkan dalam Al-Qur’an sebanyak 15 kali. Sedangkan keutamaan Nabi Ishak disebutkan 9 kali dan kenabian Ishak 10 kali. Dikatakan bahwa ia memiliki 2 anak dan meninggal di Alkhalil Hebron Palestina.

  1. Nabi Yakub

Nabi Yakub hidup sekitar 1837-1690 SM. Nabi Yakub ialah salah seorang rasul yang ditugaskan berdakwah kepada Bani Israil di Syam. Ia diangkat menjadi nabi pada tahun 1750 SM dan Namanya disebutkan sebanyak 16 kali dan memiliki 12 anak. Ia wafat di Alkhalil Hebron Palestina.

  1. Nabi Yusuf

Nabi Yusuf hidup sekitar 1745-1635 SM. Nabi Yusuf adalah salah satu nabi agama samawi. Ia juga merupakan salah satu dari 12 putra Yakub dan merupakan cucu dari Ibrahim. Ia diangkat menjadi nabi pada tahun 1715 SM dan ia ditugaskan berdakwah kepada Kanʻān dan Hyksos di Mesir. Namanya disebutkan sebanyak 27 kali di dalam Al-Quran. Ia memiliki 2 anak laki-laki dan 1 anak perempuan dan ia wafat di Nablus Palestina.

  1. Nabi Ayyub

Nabi Ayyub hidup sekitar 1540-1420 SM. Nabi Ayyub adalah seorang nabi yang ditugaskan berdakwah kepada Bani Israil dan Kaum Amoria (Aramin) di Haran, Syam. Ia diangkat menjadi nabi pada tahun 1500 SM dan namanya disebutkan sebanyak 4 kali di dalam Al-Quran. Ia mempunyai 26 anak dan wafat di Huran, Syam.

  1. Nabi Syuaib

Nabi Syu’aib hidup sekitar 1600 SM–1500 SM. Nabi Syuaib adalah seorang nabi yang diutus kepada kaum Madyan dan Aikah menurut tradisi Islam. Ia diangkat menjadi nabi pada tahun 1550 SM. Namanya disebutkan sebanyak 11 kali di dalam Al-Qur’an dan ia wafat di Madyan.

  1. Nabi Musa

Nabi Musa lahir sekitar tahun 1527 SM, dan meninggal pada sekitar 1408 SM. Nabi Musa adalah seorang nabi yang menyampaikan Hukum Taurat dan menuliskannya dalam Pentateveh/Pentateukh (Lima Kitab Taurat) dalam Alkitab Ibrani atau Perjanjian Lama di Alkitab Kristen.

  1. Nabi Harun

Nabi Harun hidup sekitar 1531-1408 SM. Nabi Harun adalah salah seorang nabi yang telah diminta oleh Nabi Musa pada Allah dalam membantu memperkembangkan agama Allah. Ia diangkat menjadi nabi pada tahun 1450 SM. Ia ditugaskan berdakwah kepada para Firaun Mesir dan Bani Israil di Sina, Mesir. Namanya disebutkan sebanyak 19 kali di dalam Al-Quran dan wafat di Tanah Tih. Ia menikah dengan dua orang wanita yang bernama Elisheba dan Miriam.

  1. Nabi Dzulkifli

Nabi Dzulkifli adalah nabi pada tahun 1460 SM yang diutus untuk mengajarkan tauhid kepada kaumnya yang menyembah berhala supaya menyembah Tuhan Yang Maha Esa, taat beribadah, dan membayar zakat. Ia memiliki 2 orang anak dan meninggal ketika berusia 95 tahun di Damaskus Syiria. Namanya disebutkan sebanyak 2 kali di dalam Al-Quran.

  1. Nabi Daud

Nabi Daud  merupakan seorang nabi dalam agama Islam, Kristen dan Yahudi dan merupakan raja kedua dan yang paling populer dalam kerajaan Israel. Dalam agama Islam, Nabi Daud menerima kitab Zabur.

  1. Nabi Sulaiman

Nabi Sulaiman hidup sekitar 975-935 SM. Nabi Sulaiman merupakan seorang raja Israel, dan anak Raja Daud. Namanya disebutkan sebanyak 27 kali di dalam Al-Quran. Sejak kecil ia telah menunjukkan kecerdasan dan ketajaman pikirannya. Ia diangkat menjadi nabi pada tahun 970 SM. Ia wafat di Rahbaam, Baitul Maqdis-Palestina. Sulaiman diagungkan sebagai salah satu dari empat raja yang berhasil menaklukkan sebagian besar bumi, diantaranya adalah Dzul Qarnain, Bukhtanasar dan Namrudz.

  1. Nabi Ilyas

Nabi Ilyas hidup sekitar 910-850 SM. Nabi Ilyas adalah seorang utusan Allah. Ilyas merupakan keturunan ke-4 dari Nabi Harun. Ia diangkat menjadi nabi pada tahun 870 SM dan ditugaskan berdakwah kepada orang-orang Finisia dan Bani Israel yang menyembah berhala bernama Baal di Kota Baalbak, Syam. Kota Baalbak diambil dari nama berhala yang mereka sembah. Namanya disebutkan sebanyak 2 kali di dalam Al-Quran. Menurut kisah Islam ia tidak wafat tapi diangkat ke sisi Allah.

  1. Nabi Ilyasa

Nabi Ilyasa hidup sekitar 885-795 M. Nabi Ilyasa adalah seorang nabi yang tertera dalam Qur’an dan juga dianggap nabi oleh umat Yahudi dan Kristen. Ia diangkat menjadi nabi pada tahun 830 SM dan ditugaskan berdakwah kepada Bani Israil dan orang-orang Amoria di Panyas, Syam. Namanya disebutkan sebanyak 2 kali di dalam Al-Quran dan Ia wafat di Palestina.

  1. Nabi Yunus

Nabi Yunus hidup sekitar 820-750 SM. Nabi Yunus adalah salah seorang nabi dalam agama Samawi (Islam, Yahudi, Kristen) yang disebutkan dalam Al-Qur’an dalam Surah Yunus dan dalam Alkitab dalam Kitab Yunus.

  1. Nabi Zakariya

Nabi Zakariya hidup sekitar akhir SM. Nabi Zakariya adalah salah seorang nabi yang disebut di dalam Al-Kitab dan Qur’an. Ia diangkat menjadi nabi pada tahun 2 SM dan ditugaskan berdakwah kepada Bani Israil di Palestina. Namanya disebutkan sebanyak 8 kali di dalam Al-Quran. Ia memiliki 1 orang anak dan wafat di Syam.

23. Nabi Yahya

Nabi Yahya hidup sekitar awal Masehi. Nabi Yahya adalah nabi Islam yang disebutkan dalam Al-Qur’an. Diyakini bahwa Yahya hidup selama 30 tahun.

Ia diangkat menjadi nabi pada tahun 28 M dan ditugaskan berdakwah kepada Bani Israil di Palestina. Namanya disebutkan sebanyak 4 kali di dalam Al-Quran dan wafat di Damaskus Syiria.

  1. Nabi Isa

Nabi Isa hidup sekitar 1–32 M. Nabi Isa adalah nabi penting dalam agama Islam dan merupakan salah satu dari Ulul Azmi. Dalam Al-Qur’an, ia disebut Isa bin Maryam atau Isa al-Masih. Ia diangkat menjadi nabi pada tahun 29 M dan ditugaskan berdakwah kepada Bani Israil di Palestina.

  1. Nabi Muhammad

Nabi Muhammad bin Abdullāh adalah pembawa ajaran Islam, dan diyakini oleh umat Muslim sebagai nabi dan rasul yang terakhir. Menurut sirah (biografi) yang tercatat tentang Muhammad, ia disebutkan lahir sekitar 20 April 570/ 571, di Mekkah (Makkah) dan wafat pada 8 Juni 632 di Madinah pada usia 63 tahun. Kedua kota tersebut terletak di daerah Hijaz (Arab Saudi saat ini). Beliau haram digambarkan dalam bentuk patung ataupun gambar ilustrasi

 

  • Nabi Ulul Azmi

Diantara 25 nabi dan rasul tersebut, ada 5 nabi yang mendapat julukan/gelar Ulul Azmi.  Ulul Azmi merupakan gelar yang diberikan kepada nabi/rasul yang memiliki ketabahan yang luar biasa dalam menjalankan kenabiannya, yaitu :

  1. Nabi Nuh AS;
  2. Nabi Ibrahim AS;
  3. Nabi Musa AS;
  4. Nabi Isa AS;
  5. Nabi Muhammad Saw.

 

 

  • Sifat Wajib Nabi dan Rasul

Ada 4 sifat wajib yang menjadi bagian dalam diri seorang nabi dan rasul, yaitu:

  1. Sifat Shidiq (Benar);
  2. Amanah (Dipercaya);
  3. Tabligh (Menyampaikan);
  4. Fathonah (Cerdas).

 

  • Sifat Mustahil Nabi dan Rasul

Nabi dan rasul juga memiliki 4 sifat mustahil yang tidak lain adalah kebalikan dari sifat wajib yang ada, yaitu:

  1. Sifat Kidzib (Dusta);
  2. Khianat (Tidak dapat dipercaya);
  3. Kitman (Menyembunyikan);
  4. Baladah (Bodoh).

 

  • Sifat Jaiz Nabi dan Rasul

Selain membicarakan mengenai agama, sebenarnya nabi dan rasul adalah manusia biasa, sama seperti halnya kita. Nabi dan rasul makan seperti halnya manusia di zaman ini, sama-sama menggunakan mulut. Nabi dan rasul juga malam harinya biasa tidur seperti kita, menikah seperti biasa, memiliki anak. Tidak ada yang berbeda.

Inilah yang dimaksud sebagai sifat jaiz bagi nabi dan rasul. Istilah keren dari sifat jaiz ini adalah A’radhul Basyariyah, atau sifat-sifat sebagaimana manusia pada umumnya. Wallahu A’lam.

 

=======================

Ditulis oleh : IDIK SAEFUL BAHRI, S.H.

 

 

=======================

Referensi :

www.masuk-islam.com

Facebook Comments
TAGS:

IDIK SAEFUL BAHRI

Idik Saeful Bahri, S.H. adalah warganet yang aktif mempromosikan hubungan kuat antara Keagamaan, Kenegaraan, dan Kebudayaan. Bahwa ketiganya merupakan suatu kesatuan yang saling melengkapi, bukan merupakan bagian terpisah yang saling bertentangan. Islam, Indonesia, dan Tradisi, dapat hidup beriringan dalam kehidupan sosial masyarakat. Karena diatas ketiganya berdiri suatu fondasi kuat yang alamiyah dari Tuhan, yaitu Kemanusiaan. Konflik atas dasar pertentangan diantara agama, negara, dan budaya, seharusnya dapat dihindari karena kesadaran akan unsur kesatuan makhluk (Kemanusiaan). Dalam sebagian tulisannya, Idik Saeful Bahri biasa menggunakan nama pena, yakni @idikms.

Tinggalkan Balasan

Bahasa Rakyat