home ANALISIS, Keagamaan, OPINI Mengapa Allah Menyebut Dirinya Hakim yang Paling Adil?

Mengapa Allah Menyebut Dirinya Hakim yang Paling Adil?

MENGAPA ALLAH MENYEBUT DIRINYA HAKIM YANG PALING ADIL? DAN SIAPA YANG AKAN MENJADI PENGACARA KITA NANTI?
.
Proses pembuktian di pengadilan akhirat sebenarnya tak jauh berbeda dengan pengadilan di dunia. Allah yang menjadi hakim, tak serta merta menghukumi seseorang masuk neraka tanpa menghadirkan alat bukti yang sah dan meyakinkan.
.
Mengapa alat bukti itu penting? Karena bukti adalah alasan penting seseorang bisa dihukum atau tidak. Allah sejatinya tak akan menghukum seseorang tanpa bukti, walau Dia tahu akan kesalahan orang itu.
.
Keadilan di dunia Islam biasanya menisbatkan diri kepada kisah kekalahan Ali bin Abi Thalib di pengadilan oleh seorang yahudi. Khalifah Ali tak mampu menghadirkan saksi yang sah di muka pengadilan dalam kasus pencurian jubah miliknya. Ali tau betul jubah itu miliknya, namun dia tak mampu membuktikannya sesuai dengan hukum acara pada masa itu (anak dan/atau pembantunya tidak boleh menjadi saksi). Maka Ali paham, inilah keadilan dalam pengadilan, dan dia menerimanya.
.
Allah tentu jauh lebih adil daripada hakim pada masa Ali bin Abi Thalib. Bagaimana penjabaran keadilan Allah?
.
Tak dapat disangkal lagi, bahwa sesungguhnya Allah mengetahui segala sesuatu yang terjadi dalam kehidupan makhlukNya. Tak ada yang terlewat, Allah tau akan dosa hambaNya.
.
Namun pengetahuan Allah dalam hal itu, tak serta merta menjadikan Dia otoriter di pengadilan. Allah tetap menghadirkan alat bukti sebagai penguat kesalahan seseorang.
.
Itulah alasan mengapa kita mengenal catatan manusia di lauhul mahfudz, kita juga meyakini adanya malaikat pencatat amal baik dan buruk. Catatan-catatan itu yang akan menjadi bukti di persidangan. Lebih jauh dari itu, Allah juga akan meminta anggota tubuh kita untuk bersaksi di pengadilan, dan makhluk-makhlukNya yang lain seperti batu, pohon, tanah, air, dan lain-lain untuk melakukan kesaksian akan dosa kita.
.
Jika Allah mengetahui akan dosa kita, lantas untuk apa Dia repot-repot menghadirkan banyak alat bukti untuk menghukum seseorang?
.
Jawabannya jelas, bukankah Allah adalah hakim yang paling adil?
.
Jika Allah sebagai hakim dan beberapa malaikat sebagai Jaksa Penuntut Umum, maka siapakah yang akan menjadi Penasehat Hukum kita? Tak lain dan tak bukan adalah baginda nabi besar Muhammad saw. Allah dengan jelas memberikan kewenangan bagi nabi untuk memberikan syafaat (baca: kemanfaatan) bagi umatnya, sehingga pemberian syafaat ini bisa kita sebut sebagai pembelaan sang nabi untuk umatnya.
.
Maka cintailah sang nabi, agar kelak beliau membela kita di persidangan akhirat.

.

Ditulis oleh : IDIK SAEFUL BAHRI, S.H.

Facebook Comments
TAGS:

IDIK SAEFUL BAHRI

Idik Saeful Bahri, S.H. adalah warganet yang aktif mempromosikan hubungan kuat antara Keagamaan, Kenegaraan, dan Kebudayaan. Bahwa ketiganya merupakan suatu kesatuan yang saling melengkapi, bukan merupakan bagian terpisah yang saling bertentangan. Islam, Indonesia, dan Tradisi, dapat hidup beriringan dalam kehidupan sosial masyarakat. Karena diatas ketiganya berdiri suatu fondasi kuat yang alamiyah dari Tuhan, yaitu Kemanusiaan. Konflik atas dasar pertentangan diantara agama, negara, dan budaya, seharusnya dapat dihindari karena kesadaran akan unsur kesatuan makhluk (Kemanusiaan). Dalam sebagian tulisannya, Idik Saeful Bahri biasa menggunakan nama pena, yakni @idikms.

Tinggalkan Balasan

Bahasa Rakyat