home HIBURAN, Sulap Menebak RT dan RW

Menebak RT dan RW

Pengenalan

Permainan ini tidak jauh berbeda dengan cara menebak tanggal lahir dan bulan lahir seseorang, hanya saja menggunakan kolaborasi angka yang berbeda. Jadi, bisa juga anda menggunakan rumus ini untuk menebak tanggal dan bulan lahir orang lain. Anda juga bisa menyiasati dengan gaya yang lain, misalnya menebak nomor rumah, atau yang lainnya. Ini akan menjadi perbendaharaan yang sangat berarti bagi anda.

 

Cara Bermain

  • Suruh teman anda untuk mengalikan nomor RT-nya dengan angka 5. (Misalnya RT teman anda adalah RT 14. Jadi 14 x 5 = 70)
  • Suruh tambahkan hasilnya dengan angka 7. (70 + 7 = 77)
  • Suruh kalikan hasilnya dengan angka 4. (77 x 4 = 308)
  • Suruh jumlahkan hasilnya dengan angka 13. (308+ 13 = 321)
  • Suruh kalikan hasilnya dengan angka 5. (321 x 5 = 1605)
  • Suruh jumlahkan hasilnya dengan nomor RW-nya. (Misalnya RW teman anda adalah RW 06. Berarti 1605 + 6 = 1611)
  • Mintalah hasil akhirnya. Teman anda akan memberikan angka 1611.
  • Dengan data 1611, suara lantang anda akan berkata bahwa RT rumah teman anda adalah RT 14 dan RW rumah teman anda adalah RW 06.

 

Trik dan Strategi

  • Gunakan angka-angka diatas secara berurut. Pertama suruh nomor RT-nya dikalikan 5. Kemudian tambahkan 7. Kalikan 4. Tambahkan 13. Kalikan 5. Tambahkan nomor RW-nya.
  • Dari hasil yang di dapat, anda bisa menebak RT-RW teman anda. Bagaimana caranya? Tanpa diketahui oleh teman anda, angka hasil akhir yang diberikan oleh teman anda, anda kurangi dengan angka 205. Misalnya di contoh tadi, 1611 – 205 = 1406. Nampak jelas, RT-nya pasti 14, RW-nya pasti 06.
  • Anda bisa memvariasikan permainan ini dengan cara lain, misalnya kolaborasi antara nomor rumah dan RT, atau umur dan tanggal lahir, dan lain sebagainya. Anda benar-benar memiliki kemampuan untuk itu.

 

 

=====================

Ditulis oleh : @idikms

Facebook Comments
TAGS:

IDIK SAEFUL BAHRI

Idik Saeful Bahri, S.H. adalah warganet yang aktif mempromosikan hubungan kuat antara Keagamaan, Kenegaraan, dan Kebudayaan. Bahwa ketiganya merupakan suatu kesatuan yang saling melengkapi, bukan merupakan bagian terpisah yang saling bertentangan. Islam, Indonesia, dan Tradisi, dapat hidup beriringan dalam kehidupan sosial masyarakat. Karena diatas ketiganya berdiri suatu fondasi kuat yang alamiyah dari Tuhan, yaitu Kemanusiaan. Konflik atas dasar pertentangan diantara agama, negara, dan budaya, seharusnya dapat dihindari karena kesadaran akan unsur kesatuan makhluk (Kemanusiaan). Dalam sebagian tulisannya, Idik Saeful Bahri biasa menggunakan nama pena, yakni @idikms.

Tinggalkan Balasan

Bahasa Rakyat