home HIBURAN, Sulap Menebak Angka Jam dengan Mata Tertutup

Menebak Angka Jam dengan Mata Tertutup

Pengenalan

Sebenarnya permainan ini merupakan pengembangan dari permainan sebelumnya. Triknya sama, hanya medianya berbeda.

 

 

Cara Bermain

  1. Siapkan sebuah jam dinding tanpa menggunakan baterai.
  2. Tutup mata anda dengan sebuah kain.
  3. Suruh teman anda untuk memutar jarum jam ke sebuah angka. (Misalnya teman anda memutar jarum jam tersebut ke angka 6)
  4. Suruh teman anda menambahkan angka tersebut dengan angka 3. (Jadi 6 + 3 = 9). Kemudian teman anda harus memutar jarum jam ke hasil penambahan tersebut.
  5. Suruh lagi untuk mengurangi hasilnya dengan angka 2. (9 – 2 = 7). Teman anda harus memutar jarum jam ke angka hasil pengurangan itu.
  6. Kemudian suruh teman anda untuk mengurangi angka tersebut dengan angka pertamanya. (7 – 6 = 1). Teman anda harus memutar jarum jam ke arah angka yang menjadi hasilnya.
  7. Kemudian anda menjawab sambil menutup mata, bahwa jawabannya 1.

 

 

Trik dan Strategi

  1. Ketika anda meminta teman anda untuk menambahkan angka yang ada dipikirannya dengan angka 3, anda simpan angka 3 baik-baik. Kemudian ketika anda meminta teman anda mengurangi hasilnya dengan angka 2, anda kurangi 3 – 2 = 1. Dan terakhir, ketika anda menyuruh untuk mengurangi lagi dengan angka pertama teman anda, hasilnya akan sama dengan apa yang ada dipikiran anda, yaitu 1.
  2. Anda bisa mengembangkan permainan ini dengan gaya anda. Misalnya dengan menambahkan angka lebih dari 2 kali, dan mengurangi angka lebih dari 2 kali. Yang paling adalah anda harus menyuruh teman anda mengurangi hasil angka dengan angka pertama yang dipikirkan oleh teman anda.

 

 

=======================

Ditulis oleh : @idikms

Facebook Comments
TAGS:

IDIK SAEFUL BAHRI

Idik Saeful Bahri, S.H. adalah warganet yang aktif mempromosikan hubungan kuat antara Keagamaan, Kenegaraan, dan Kebudayaan. Bahwa ketiganya merupakan suatu kesatuan yang saling melengkapi, bukan merupakan bagian terpisah yang saling bertentangan. Islam, Indonesia, dan Tradisi, dapat hidup beriringan dalam kehidupan sosial masyarakat. Karena diatas ketiganya berdiri suatu fondasi kuat yang alamiyah dari Tuhan, yaitu Kemanusiaan. Konflik atas dasar pertentangan diantara agama, negara, dan budaya, seharusnya dapat dihindari karena kesadaran akan unsur kesatuan makhluk (Kemanusiaan). Dalam sebagian tulisannya, Idik Saeful Bahri biasa menggunakan nama pena, yakni @idikms.

Tinggalkan Balasan

Bahasa Rakyat