home Akidah, NGAJI ONLINE Mempercayai Kedatangan Hari Kiamat

Mempercayai Kedatangan Hari Kiamat

Sudah diterangkan dalam berbagai macam disiplin ilmu pengetahuan di zaman sekarang, bahwa keteraturan-keteraturan alam raya ini setiap waktunya terus berubah. Dan semua ilmuan menyetujui, bahwa bumi ini tidak bisa dihuni oleh manusia selamanya. Akan ada masanya bumi ini hancur. Dan parahnya lagi, kehancuran itu bersifat universal, menyeluruh. Walau manusia mencoba untuk hidup di luar bumi pun, kehancuran itu tidak akan bisa dihindari.

Ditegaskan oleh ahli astronomi, bahwa planet-planet beredar di angkasa mengelilingi matahari. Peredaran ini berjalan rapi tanpa terjadi tabrakan dan benturan karena adanya daya tarik-menarik. Daya tarik menarik ini tidak selamanya utuh. Daya itu semakin lama semakin habis.  Bisa kita bayangkan, seandainya suatu saat nanti keseimbangan itu tidak ada lagi, bumi akan meluncur dengan kekuatan yang maha dahsyat menubruk matahari. Dengan demikian, hancurlah bumi ini. Dan masih banyak lagi hipotesis-hipotesis lain yang dikemukakan oleh para ilmuan di jagad bumi ini.

 

  • Dasar Hukum

Banyak ayat-ayat dalam al-Qur’an yang menggambarkan tentang peristiwa yang mengerikan ini. Banyak istilah untuk menyebut kiamat di dalam al-Qur’an. Tapi kali ini penulis hanya akan memberikan satu saja dalil naqli tentang berita dari Allah akan kedatangan hari kiamat.

Penulis mengambilnya dari surat an-Naml ayat 87 yang berbunyi:

“Dan (ingatlah) hari (ketika) di tiup sangkakala, maka terkejutlah segala yang ada di bumi, di langit dan segala yang ada di bumi, kecuali siapa yang di kehendaki Allah Swt. Dan semua akan datang menghadap-Nya dengan merendahkan Diri.”

 

  • Tidak Ada yang Mengetahui kecuali Allah

Masalah kiamat ini mutlak merupakan ketetapan Allah. Tidak ada satu pun makhluk yang mengetahui akan kehancuran alam semesta ini. Mengapa? Karena seluruh makhluk yang akan merasakan kedahsyatannya. Kalangan manusia maupun jin, termasuk iblis, bahkan malaikat sendiri, tidak luput dari keganasan kiamat. Tidak logis Allah memberikan informasi ketetapan waktu kedatangan kiamat kepada mereka yang justru akan ikut hancur di dalamnya. Jangankan makhluk yang lain, malaikat Israfil saja tidak diberitahukan oleh Allah akan ketetapan waktu kedatangan kiamat.

Adapun dalil naqlinya bisa merujuk pada surat Thoha ayat 15 yang berbunyi:

Sesungguhnya hari kiamat itu akan datang. Aku merahasiakan (waktunya) agar supaya tiap-tiap diri itu dibalas dengan apa yang ia usahakan.”

 

  • Bentuk Kiamat

Yang dimaksud penulis disini, adalah perbedaan istilah kiamat yang berkembang di masyarakat. Setidaknya istilah kiamat ini diperuntukkan untuk kiamat yang dianggap kecil (sughra) dan kiamat yang memang benar kiamat (kubra). Kiamat sughra merupakan peristiwa-peristiwa biasa, seperti meninggalnya manusia, tapi dianggap merupakan sebuah kiamat. Sementara satunya lagi memang yang kita maksud dalam pembahasan kali ini, yaitu kiamat kubra.

Kiamat Sugra, adalah kiamat kecil, yaitu rusaknya sebagian makhluk, misalnya kematian dan terjadinya bencana alam seperti gempa bumi, gunung meletus, banjir dan sebagainya. Sementara kiamat kubra adalah kiamat besar, yaitu hancurnya alam semesta dengan segala isinya secara serempak, atau berakhirnya seluruh kehidupan makhluk di alam ini.

 

  • Kiamat Sughra

Kiamat Sughra berarti kiamat kecil. Seperti kematian, gempa bumi, gunung meletus, banjir dan lain-lain. Setiap mahluk yang hidup akan menemui kematian. Binatang- binatang akan mati setelah masa hidupnya selesai. Tumbuh- tumbuhan juga akan mengalami hal yang sama, Demikian juga manusia. Hal itu seperti yang di jelaskan Allah dalam surah al-Imran ayat 185 yang berbunyi:

Tiap-tiap yang berjiwa akan merasakan mati. Dan sesungguhnya pada hari kiamat sajalah disempurnakan pahalamu. Barangsiapa dijauhkan dari neraka dan dimasukkan ke dalam syurga, maka sungguh ia telah beruntung. Kehidupan dunia itu tidak lain hanyalah kesenangan yang memperdayakan.”

 

  • Kiamat Kubra

Kiamat Kubra (kerusakan besar) adalah hancurnya alam semesta dengan segala isinya. Keadaan alam semesta dan segala isinya pada waktu terjadi kiamat banyak di jelaskan Allah dalam Al-Quran. Hanya Allah saja yang mengetahui. Tidak ada satu mahluk pun yang mengetahuinya termasuk para malaikat Allah.

 

  • Tanda-Tanda Kiamat Kubra

Kita bagi tanda-tanda ini ke dalam dua kategori, yang pertama tanda-tanda kecil dan yang kedua adalah tanda-tanda besar. Tanda-tanda kecil ini sedikit demi sedikit tumbuh di masyarakat kita saat ini. Sementara tanda-tanda besar, belum ada yang nampak, sebelum tanda-tanda kecil sudah terjadi dan benar-benar parah.

Tanda-tanda kiamat kecil, antara lain :

  1. Diutusnya Rasulullah saw

Jabir r.a. berkata, ”Adalah Rasulullah saw jika beliau khutbah memerah matanya, suaranya keras, dan penuh dengan semangat seperti panglima perang, beliau bersabda, ‘(Hati-hatilah) dengan pagi dan sore kalian.’ Beliau melanjutkan, ‘Aku diutus dan hari Kiamat seperti ini.’ Rasulullah saw. mengibaratkan seperti dua jarinya antara telunjuk dan jari tengah. (HR Muslim)

  1. Disia-siakannya amanat

Jabir r.a. berkata, tatkala Nabi saw berada dalam suatu majelis sedang berbicara dengan sahabat, maka datanglah orang Arab Badui dan berkata, “Kapan terjadi Kiamat?” Rasulullah saw terus melanjutkan pembicaraannya. Sebagian sahabat berkata, “Rasulullah saw mendengar apa yang ditanyakan tetapi tidak menyukai apa yang ditanyakannya.” Berkata sebagian yang lain, “Rasul saw tidak mendengar.” Setelah Rasulullah saw menyelesaikan perkataannya, beliau bertanya, “Mana yang bertanya tentang Kiamat?” Berkata lelaki Badui itu, ”Saya, wahai Rasulullah saw.” Rasulullah saw. Berkata, “Jika amanah disia-siakan, maka tunggulah kiamat.” Bertanya, “Bagaimana menyia-nyiakannya?” Rasulullah saw. Menjawab, “Jika urusan diserahkan kepada yang bukan ahlinya, maka tunggulah kiamat.” (HR Bukhari).

  1. Penggembala menjadi kaya

Rasulullah saw. ditanya oleh Jibril tentang tanda-tanda kiamat, lalu beliau menjawab, “Seorang budak melahirkan majikannya, dan engkau melihat orang-orang yang tidak beralas kaki, telanjang, dan miskin, penggembala binatang berlomba-lomba saling tinggi dalam bangunan.” (HR Muslim)

  1. Sungai Eufrat berubah menjadi emas

Dari Abu Hurairah ra. bahwa Rasulullah saw bersabda, “Tidak akan terjadi kiamat sampai Sungai Eufrat menghasilkan gunung emas, manusia berebutan tentangnya.  Dan setiap 100 terbunuh 99 orang. Dan setiap orang dari mereka berkata, ”Barangkali akulah yang selamat.” (Muttafaqun ‘alaihi)

  1. Baitul Maqdis dikuasai umat Islam

Ada enam dari tanda-tanda kiamat: kematianku (Rasulullah saw), dibukanya Baitul Maqdis, seorang lelaki diberi 1000 dinar, tapi dia membencinya, fitnah yang panasnya masuk pada setiap rumah muslim, kematian menjemput manusia seperti kematian pada kambing dan khianatnya bangsa Romawi, sampai 80 poin, dan setiap poin 12.000.” (HR Ahmad dan At-Tabrani dari Muadz).

  1. Banyak terjadi pembunuhan

Dari Abu Hurairah r.a. bahwa Rasulullah saw. bersabda, “Tiada akan terjadi kiamat, sehingga banyak terjadi haraj”. Sahabat bertanya, “Apa itu haraj, ya Rasulullah?” Rasulullah saw menjawab, “Haraj adalah pembunuhan, pembunuhan.” (HR Muslim).

  1. Munculnya kaum Khawarij

Dari Ali ra. berkata, saya mendengar Rasulullah saw bersabda, “Akan keluar di akhir zaman kelompok orang yang masih muda, bodoh, mereka mengatakan sesuatu dari firman Allah. Keimanan mereka hanya sampai di tenggorokan mereka. Mereka keluar dari agama seperti anak panah keluar dari busurnya. Di mana saja kamu jumpai, maka bunuhlah mereka. Siapa yang membunuhnya akan mendapat pahala di hari Kiamat.” (HR Bukhari).

  1. Perang antara Yahudi dan Umat Islam

Dari Abu Hurairah bahwa Rasulullah saw bersabda, “Tidak akan terjadi kiamat sehingga kaum muslimin berperang dengan yahudi. Maka kaum muslimin membunuh mereka sampai ada seorang yahudi bersembunyi di belakang batu-batuan dan pohon-pohonan. Dan berkatalah batu dan pohon, ‘Wahai muslim, wahai hamba Allah, ini yahudi di belakangku, kemari dan bunuhlah ia.’ Kecuali pohon Gharqad karena ia adalah pohon Yahudi.” (HR Muslim).

  1. Dominannya Fitnah

Dari Abu Hurairah r.a. bahwa Rasulullah saw. bersabda, “Tidak akan terjadi kiamat, sampai dominannya fitnah, banyaknya dusta dan berdekatannya pasar.” (HR Ahmad).

  1. Sedikitnya ilmu
  2. Merebaknya perzinahan
  3. Banyaknya kaum wanita

Dari Anas bin Malik ra. bahwa Rasulullah saw. bersabda. “Sesungguhnya di antara tanda-tanda kiamat adalah ilmu diangkat, banyaknya kebodohan, banyaknya perzinahan, banyaknya orang yang minum khamr, sedikit kaum lelaki dan banyak kaum wanita, sampai pada 50 wanita hanya ada satu lelaki.” (HR Bukhari).

  1. Bermewah-mewah dalam membangun masjid

Dari Anas ra. bahwa Rasulullah saw. bersabda, “Diantara tanda kiamat adalah bahwa manusia saling membanggakan dalam keindahan masjid.” (HR Ahmad, An-Nasa’i dan Ibnu Hibban).

  1. Menyebarnya riba dan harta haram

Dari Abu Hurairah ra. berkata, Rasulullah saw. bersabda, “Akan datang pada manusia suatu waktu, setiap orang tanpa kecuali akan makan riba, orang yang tidak makan langsung, pasti terkena debu-debunya.” (HR Abu Dawud, Ibnu Majah dan Al-Baihaqi).

Dari Abu Hurairah ra. berkata, Rasulullah saw. bersabda, “Akan datang pada manusia suatu saat di mana seseorang tidak peduli dari mana hartanya didapat, apakah dari yang halal atau yang haram.” (HR Ahmad dan Bukhari).

Dari sekian banyak tanda-tanda kecil tersebut, hanya beberapa yang akan penulis perjelas. Hamba sahaya perempuan melahirkan tuannya, maksudnya adalah terjadinya perzinaan yang sudah masal dan terjadi antara majikan dengan pembantunya. Akibatnya, si pembantu melahirkan anak yang tidak lain adalah anak majikannya. Ada lagi tanda lain yang disebutkan, yaitu terjadinya peperangan antara dua golongan besar yang saling membunuh, dan keduanya mengaku memperjuangkan agama Islam. Penulis kira sekarang sudah mulai nampak. Maksudnya disini adalah bentuk-bentuk pemberontakan yang dilakukan oleh rakyat terhadap pemerintahan yang sah. Termasuk juga perselisihan antara satu negara dengan negara lain yang sama-sama beragama Islam. Penulis tidak menyangkal, bahwa nasionalisme yang kebablasan merupakan bentuk jahiliyyah modern.

Sedangkan tanda-tanda kiamat besar, antara lain:

  1. Keluarnya suatu binatang yang sangat aneh. Binatang ini dapat bercakap-cakap kepada semua orang dan menunjukkan kepada manusia bahwa kiamat sudah sangat dekat.
  2. Datangnya al-Mahdi. Beliau termasuk keturunan dari Rasulullah Saw. Oleh karena itu, beliau serupa benar akhlak dan budi pekertinya dengan Rasulullah Saw. Kemunculan al-Mahdi ini yang menurut penulis merupakan bentuk dari kebangkitan Islam yang dijanjikan oleh Allah.
  3. Munculnya Dajjal. Keluarnya Dajjal merupakan fitnah atau ujian besar bagi manusia, di mana Allah memberikan kemampuan kepadanya melakukan hal-hal yang membuat manusia terperdaya dengannya, yaitu ia mampu memerintah langit untuk menurunkan hujan, tanah untuk menumbuhkan rumput, menghidupkan orang yang telah mati, dan peristiwa yang lain diluar hukum alam. Rasulullah mengambarkan bahwa dajjal itu bermata sebelah yang datang dengan membawa perumpamaan surga dan neraka. Maka, yang ia katakan surga sebenarnya adalah neraka, dan yang ia katakan neraka sebenarnya adalah surga. Dajjal tinggal di bumi selama empat puluh hari, sehari pertama seperti setahun, lalu sehari kedua seperti sebulan, kemudian sehari ketiga seperti seminggu, dan hari-hari berikutnya seperti hari-hari biasa. Tidak ada satu tempat di muka bumi  yang tidak disinggahi dajjal,  kecuali Mekkah dan Madinah.
  4. Hilang dan lenyapnya al-Qur’an. Bahkan lenyap pula lah yang ada di dalam hati seseorang.
  5. Turunnya Nabi Isa as. Beliau akan turun ke bumi ini di tengah-tengah merajalela pengaruh Dajjal.
  6. Dukhan (asap) yang akan keluar dan mengakibatkan penyakit di kalangan orang-orang yang beriman dan mematikan seluruh orang beriman.
  7. Dabbah-Binatang besar yang keluar di dekat Bukit Shafa di Mekkah yang akan bercakap bahwa manusia tidak beriman lagi kepada Allah swt.
  8. Keluarnya bangsa Ya’juj dan Ma’juj yang akan membuat kerusakan dipermukaan bumi ini. Mereka menghancurkan dinding yang dibuat dari besi bercampur tembaga yang telah didirikan oleh Zul Qarnain bersama dengan pembantu-pembantunya pada zaman dahulu.
  9. Gempa bumi besar di Timur.
  10. Gempa bumi besar di Barat.
  11. Gempa bumi besar di Semenanjung Arab.
  12. Api besar yang akan menghalau manusia menuju ke Padang Mahsyar.
  13. Terbitnya matahari dari arah barat dan terbenam dari arah timur. Hal ini terjadi karena perubahan besar dalam susunan alam semesta.

 

  • Pasca-Kiamat

Kiamat bukanlah akhir dari segalanya. Setiap makhluk Allah akan dimintai pertanggung jawaban dari setiap usaha mereka ketika masih hidup di dunia. Adapun beberapa peristiwa pasca-kiamat antara lain:

  1. Yaumul Barzah atau alam kubur, yaitu waktu antara sesudah meninggalnya seseorang sampai menunggu datangnya hari kiamat.  (Q.S.Al Khafi ayat 99)
  2. Yaumul Baats, masa dibangkitkannya manusia dari alam kubur mulai dari manusia pertama sampai manusia terakhir. (Q.S. Al Zalazalah ayat 6)
  3. Yaumul Mahsyar, masa dikumpulkannya manusia dipadang mahsyar. (Q.S. Ibrahim ayat 48)
  4. Yaumul Hisab/Mizan, masa diperhitungkan / ditimbang amal kebaikan dan keburukan manusia. (Q.S. Yasin ayat 65)
  5. Syirot, yaitu jembatan atau jalan yang menghubungkan dan mengantarkan manusia ke surga atau neraka.
  6. Surga, yaitu tempat balasan bagi orang yang beriman kepada Allah Swt.(Q.S. Al Hajj ayat 23)
  7. Neraka, yaitu tempat balasan bagi orang yang ingkar kepada Allah Swt. (Q.S. Az Zumar ayat 32)

 

  • Hikmah Iman kepada Hari Kiamat

Beriman atau percaya akan datangnya hari kiamat tentu akan menimbulkan sebuah dampak bagi kehidupan seseorang. Minimal orang tersebut akan berusaha patuh terhadap ajaran Allah dan rasulNya. Dengan dirahasiakannya hari Kiamat seperti dirahasiakannya hari kematian seseorang, tentu akan menimbulkan sikap hati-hati di dalam diri orang tersebut.  Wallahu A’lam.

 

 

========================

Ditulis oleh : IDIK SAEFUL BAHRI, S.H.

Facebook Comments
TAGS:

IDIK SAEFUL BAHRI

Idik Saeful Bahri, S.H. adalah warganet yang aktif mempromosikan hubungan kuat antara Keagamaan, Kenegaraan, dan Kebudayaan. Bahwa ketiganya merupakan suatu kesatuan yang saling melengkapi, bukan merupakan bagian terpisah yang saling bertentangan. Islam, Indonesia, dan Tradisi, dapat hidup beriringan dalam kehidupan sosial masyarakat. Karena diatas ketiganya berdiri suatu fondasi kuat yang alamiyah dari Tuhan, yaitu Kemanusiaan. Konflik atas dasar pertentangan diantara agama, negara, dan budaya, seharusnya dapat dihindari karena kesadaran akan unsur kesatuan makhluk (Kemanusiaan). Dalam sebagian tulisannya, Idik Saeful Bahri biasa menggunakan nama pena, yakni @idikms.

Tinggalkan Balasan

Bahasa Rakyat