home ANALISIS, Keagamaan, OPINI Makhluk Pertama Ciptaan Tuhan

Makhluk Pertama Ciptaan Tuhan

Pernah nggak anda bertanya, makhluk apa yg pertama kali diciptakan Tuhan? Jika iya, maka ada beberapa jawaban yg bisa didapat.
.
Kelompok pertama berpendapat bhwa makhluk pertama yg diciptakan Tuhan adalah Arsy, dan ini adalah pendapat mayoritas di kalangan ulama. Golongan kedua menyebut bahwa makhluk pertama adalah air. Dan yg ketiga dari kalangan sufi, berpendapat bahwa makhluk pertama yg diciptakan Tuhan adalah Nur Muhammad.
.
Ketiga nya didasarkan pada dalil, dan tidak usah kita pertentangkan. Pilihlah salah satu sebagai acuan, karena pengetahuan akan hal ini tak akan berdampak pada nilai keimanan seseorang.
.
Namun entah mengapa, dengan memadukan konsep teologi Asy’ari, saya memunculkan sebuah isu untuk kemudian diteliti. Dalam pandangan Asy’ari, diyakini bahwa Tuhan adalah dzat yg tak memiliki awal atau qadim (ada sebelum adanya waktu).
.
Konsekuensi logis dari pemikiran tersebut, bahwa dimensi waktu merupakan makhluk ciptaan Tuhan. Bagaimana mungkin kita membicarakan sesuatu hal yang bermula, jika kita mengabaikan waktu? Sementara Tuhan berada diluar jangkauan waktu, maka dimensi waktu berdiri sendiri dalam mencakup seluruh makhluk. Siapapun dia, baik dari golongan manusia, malaikat, dan lainnya, semuanya tunduk terhadap aturan waktu.
.
Sehingga apapun yg dijelaskan dari 3 perbedaan diatas: entah itu Arsy, air, maupun Nur Muhammad, hanya bisa dikatakan sebagai makhluk pertama, jika Tuhan sudah menciptakan waktu. Bukankah begitu?
.
Dan sesungguhnya Tuhan tidak dipengaruhi dimensi waktu (qidam & baqa) dan dimensi ruang (qiyamuhu bi nafsihi).

.

Ditulis oleh : IDIK SAEFUL BAHRI, S.H.

Facebook Comments
TAGS:

IDIK SAEFUL BAHRI

Idik Saeful Bahri, S.H. adalah warganet yang aktif mempromosikan hubungan kuat antara Keagamaan, Kenegaraan, dan Kebudayaan. Bahwa ketiganya merupakan suatu kesatuan yang saling melengkapi, bukan merupakan bagian terpisah yang saling bertentangan. Islam, Indonesia, dan Tradisi, dapat hidup beriringan dalam kehidupan sosial masyarakat. Karena diatas ketiganya berdiri suatu fondasi kuat yang alamiyah dari Tuhan, yaitu Kemanusiaan. Konflik atas dasar pertentangan diantara agama, negara, dan budaya, seharusnya dapat dihindari karena kesadaran akan unsur kesatuan makhluk (Kemanusiaan). Dalam sebagian tulisannya, Idik Saeful Bahri biasa menggunakan nama pena, yakni @idikms.

Tinggalkan Balasan

Bahasa Rakyat