home OPINI, UMUM LGBT: Muallaq atau Mubram?

LGBT: Muallaq atau Mubram?

Dukungan terhadap LGBT bermula dari banyaknya tesis yg mengatakan bhwa LGBT bukanlah penyakit. Terlepas dari perdebatan itu, mari kita lihat dari sudut pandang yg lain. Apakah LGBT adalah sebuah takdir yg tak bisa dirubah?
.
Dalam teologi Islam, setidaknya diyakini bahwa takdir terbagi 2, yaitu: Muallaq (bisa diubah), dan mubram (tak bisa diubah). Teori tentang mubram hanya mencakup beberapa kategori saja, misalnya kematian seseorang & berakhirnya dunia. Takdir mubram ini akan semakin menyempit makna nya seiring dengan perkembangan manusia. Kecantikan seseorang yg dulu dianggap mubram, dengan metode operasi plastik, bisa menjadi muallaq (abaikan dulu perdebatan haramnya operasi plastik).
.
Jika seandainya LGBT di zaman ini diklaim oleh medis sebagai suatu variasi kehidupan yg bukan penyakit, bisa jadi pemaknaan ini akan berubah seiring perkembangan zaman, sama seperti kasus perdebatan bumi/matahari sebagai pusat tata surya. Sehingga saya cenderung meyakini bahwa LGBT masuk kategori muallaq yg bisa dirubah, sebagaimana seseorang yg terlahir miskin, dengan usaha yang keras, dia bisa terbebas dari kemiskinan. Seseorang yg lahir dengan kelainan LGBT, dengan usaha yg entah apa dalam metode medisnya, bisa terbebas dari lingkaran tersebut.

.

Ditulis oleh : @idikms

Facebook Comments
TAGS:

IDIK SAEFUL BAHRI

Idik Saeful Bahri, S.H. adalah warganet yang aktif mempromosikan hubungan kuat antara Keagamaan, Kenegaraan, dan Kebudayaan. Bahwa ketiganya merupakan suatu kesatuan yang saling melengkapi, bukan merupakan bagian terpisah yang saling bertentangan. Islam, Indonesia, dan Tradisi, dapat hidup beriringan dalam kehidupan sosial masyarakat. Karena diatas ketiganya berdiri suatu fondasi kuat yang alamiyah dari Tuhan, yaitu Kemanusiaan. Konflik atas dasar pertentangan diantara agama, negara, dan budaya, seharusnya dapat dihindari karena kesadaran akan unsur kesatuan makhluk (Kemanusiaan). Dalam sebagian tulisannya, Idik Saeful Bahri biasa menggunakan nama pena, yakni @idikms.

Tinggalkan Balasan

Bahasa Rakyat