home Dunia Kegelapan, NOVEL Dunia Kegelapan – Bab I (2)

Dunia Kegelapan – Bab I (2)

Sebelumnya Klik Disini

 

Sudah banyak uang yang dikeluarkan dari APBN Saudi dalam mengembangkan setiap teknologi. Bahkan hanya untuk menutup-nutupi riset besar di Saudi, Al-Kuwail mengeluarkan dana yang sangat besar. Seluruh proyek yang dikembangkan, dia jauhkan dari pandangan masyarakat setan dan media. Bahkan, di sekitar kerajaan saja tidak ada setan yang mencium rencana tersebut.

Al-Kuwail melakukan apapun untuk menyembunyikan rencana liciknya tersebut. Beberapa keluarga kerajaan pun banyak yang tidak tahu rencana yang sedang dijalankan oleh rajanya, Al-Kuwail. Hanya beberapa setan jenis ifrit saja yang mengetahui rencananya, itupun setan-setan yang sudah berada dalam jajaran tangan kanannya. Dan setan-setan tersebut memiliki loyalitas yang sangat tinggi terhadap kerajaan. Mereka pun turut serta dalam peperangan menghadapi dunia penyihir. Mereka tahu keadaan sejarahnya. Mereka tahu situasinya. Dan mereka merasakan ketidak-adilan yang sangat besar. Ketidak-adilan bagi saudara-saudara mereka yang mati di medan pertempuran.

Mereka berpikir bahwa dengan rencana gila sang Raja, mereka dapat membalaskan dendam kematian saudara-saudara mereka. Tapi walau begitu, Al-Kuwail tidak akan membiarkan semuanya dalam koridor yang santai. Setan-setan yang sudah mengetahui rencana jahatnya, terus dia pantau dan tidak dia biarkan lolos walau dalam satu kedip mata. Setiap gerakannya dia amati dari kamera pengintai. Al-Kuwail dengan tegas mengatakan kepada bawahannya bahwa setiap dari mereka akan di ikuti oleh satu kamera pengintai. Hal ini dimaksudkan untuk menutup kemungkinan bocornya sebuah rahasia yang amat besar ini.

Kamera pengintai milik Al-Kuwail adalah kamera pengintai samar yang tidak dapat dilihat oleh setan manapun kecuali Al-Kuwail sendiri. Kamera tersebut berbentuk bulat menyerupai mata berwarna merah menyala dengan dua sayap mengepak di sampingnya. Ditengah-tengahnya berwarna hitam yang merupakan fokus kamera dalam pengambilan gambar. Kamera ini memiliki kecepatan yang luar biasa. Kecepatan maksimumnya bisa mencapai 0,1 c. Dan kamera ini dapat disetting untuk mengintai sebuah mangsa. Jika kamera ini sudah disetting untuk mengintai sebuah sasaran tertentu, maka kamera ini akan mengikuti kemanapun target tersebut berlari, dan bisa mengambil gambar dari berbagai macam sudut. Kamera ini dapat memantulkan penglihatan ke sebuah objek tertentu untuk pengambilan gambar.

Gambar yang direkam oleh kamera pengintai ini, secara otomatis akan masuk langsung ke otak  Al-Kuwail dan diproses didalamnya. Otak Al-Kuwail akan menyaring video yang masuk, mana yang benar-benar dibutuhkan dan mana yang tidak. Video atau gambar yang memang benar-benar dibutuhkan oleh Al-Kuwail akan di simpan di otak dan secara otomatis Al-Kuwail akan terperanjat seperti orang yang kaget, hingga Al-Kuwail sadar akan sesuatu hal penting yang hendak disampaikan oleh otaknya.

Begitulah sikap detail yang ditunjukkan oleh Al-Kuwail. Sosok Ifrit yang sangat teliti bahkan hingga hal-hal yang sangat sepele. Kadangkala apa yang diperbuatnya membuat bingung anak-anak buahnya. Tapi apa dikata, Al-Kuwail adalah raja yang tidak boleh ditentang. Raja Saudi yang memiliki pamor agung di daratan tandus.

Tidak heran memang, jika setiap negara di dunia, atau bahkan sang Iblis sendiri, tidak menyadari adanya persiapan makar terhadap kerajaannya. Karena kerajaan Al-Kuwail di Saudi sangat ahli dalam menutup-nutupi rahasia, bahkan rahasia hebat seperti ini. Untuk hal itulah, Al-Kuwail membutuhkan dana yang sangat besar. Al-Kuwail menyembunyikan seluruh lokasi riset dan pengembangan ilmiah dari jangkauan setan, bahkan dari warganya sendiri.

Al-Kuwail mengembangkan teknologinya di lapisan dunia yang ketiga. Lapisan Yakjuj Makjuj yang seharusnya tidak dimasuki oleh setan di dunia kegelapan kecuali ada izin tertulis dari kekaisaran Iblis. Tapi Al-Kuwail mengancam para petinggi Yakjuj Makjuj untuk tutup mulut dan meminta memberikan lahan yang luas untuk mengembangkan teknologinya. Ancaman Al-Kuwail sangatlah berbeda dengan apa yang akan dia lakukan kepada ke-12 duta besar negara super power.

Al-Kuwail tahu bahwa Yakjuj Makjuj tidaklah takut terhadap dunia kegelapan. Yakjuj Makjuj merupakan salah satu dunia yang belum pernah berperang dengan dunia lain, karena ada sebuah keistimewaan tersendiri dalam mitos dunia Yakjuj Makjuj, sehingga dunia ini aman dari serangan-serangan dunia lain. Bukan mereka kuat, bukan mereka hebat, bukan mereka ahli perang, tapi karena sebuah mitos yang membuat takut dunia-dunia lain untuk menguasai dunia ini.

Oleh karena itu, ancaman Al-Kuwail, mau tidak mau harus berbentuk emas yang bisa di tukar dengan rasa persaudaraan. Rasa persaudaraan inilah yang akan melahirkan kepercayaan. Sudah jelas dari sini, bahwa kegiatan Al-Kuwail bersifat Ilegal. Tapi apa daya, Iblis tidaklah tahu. Petinggi Yakjuj Makjuj yang bukan termasuk di dunia kegelapan dan tidak tunduk terhadap Iblis, memberikan lahan yang cukup besar untuk membangun laboratorium-laboratorium besar yang super canggih.

Sejatinya Yakjuj Makjuj adalah makhluk yang cinta damai, tapi sikap damai  Yakjuj Makjuj dapat dikalahkan dengan sogokan emas. Yakjuj Makjuj tahu bahwa jika mereka mendukung Al-Kuwail dan suatu waktu tertangkap basah oleh Iblis, maka akan ada semacam perselisihan antara dunia Yakjuj Makjuj dengan dunia kegelapan. Dan hal itu bukanlah hal yang baik. Karena walau bagaimanapun, dunia Yakjuj Makjuj sangat bergantung pada dunia kegelapan. Permusuhan dengan dunia kegelapan—walau mereka tidak takut, dapat mengakibatkan ketidak seimbangan dalam dunia mereka.

Al-Kuwail juga membungkam pikiran publik dengan tidak mempekerjakan rakyatnya dalam mengembangkan teknologi yang dia siapkan untuk memberontak terhadap kekaisaran Iblis. Al-Kuwail secara tertulis bekerja sama dengan Yakjuj Makjuj untuk meminta mereka bekerja di dalam koloni pengembangan teknologinya. Tentu saja, untuk mempekerjakan Yakjuj Makjuj tidaklah mudah dan murah. Ditambah pula, Yakjuj Makjuj jauh lebih maju di bandingkan dengan dunia kegelapan dalam bidang perekonomian. Mau tidak mau, Al-Kuwail harus menyiapkan dana yang sangat fantastis untuk menjalankan misi kotornya itu.

 

 

==========================

Ditulis oleh : IDIK SAEFUL BAHRI, S.H.

Facebook Comments
TAGS:

IDIK SAEFUL BAHRI

Idik Saeful Bahri, S.H. adalah warganet yang aktif mempromosikan hubungan kuat antara Keagamaan, Kenegaraan, dan Kebudayaan. Bahwa ketiganya merupakan suatu kesatuan yang saling melengkapi, bukan merupakan bagian terpisah yang saling bertentangan. Islam, Indonesia, dan Tradisi, dapat hidup beriringan dalam kehidupan sosial masyarakat. Karena diatas ketiganya berdiri suatu fondasi kuat yang alamiyah dari Tuhan, yaitu Kemanusiaan. Konflik atas dasar pertentangan diantara agama, negara, dan budaya, seharusnya dapat dihindari karena kesadaran akan unsur kesatuan makhluk (Kemanusiaan). Dalam sebagian tulisannya, Idik Saeful Bahri biasa menggunakan nama pena, yakni @idikms.

Tinggalkan Balasan

Bahasa Rakyat