home Dunia Kegelapan, NOVEL Dunia Kegelapan – Bab I (1)

Dunia Kegelapan – Bab I (1)

“Iblis bajingan. Dia membuat alam setan seperti alam yang tidak memiliki wibawa. Dia membuat kita malu!”

Al-Kuwail berbicara di depan semua perwakilan sekutunya di aula kerajaannya di Saudi. Setan yang berasal dari ras Ifrit ini memiliki rencana yang matang untuk menggulingkan kekuasaan Iblis yang berada di 7 kekaisaran di dunia. Satu demi satu akan dia laksanakan dan dia ditaklukkan dengan rencana liciknya.

Untuk memuluskan niat busuknya itu, Al-Kuwail membutuhkan bongkahan emas atau pembiayaan dari negara-negara sekutunya. Karena apapun rencana yang di buat oleh sebuah negara, tidak akan berjalan mulus tanpa adanya dukungan materiil. Hal ini di baca dengan baik oleh Al-Kuwail.

Menggulingkan kekaisaran Iblis bukanlah ide yang baik dan murah. Akan ada banyak rintangan dan halangan yang menerpa. Mungkin saja jika Al-Kuwail salah langkah dan ceroboh mengambil hal yang tidak semestinya dia ambil, kehancuran akan berbalik menimpa dirinya.

Ini bukan tanpa alasan. Iblis memiliki pamor nomor satu di dunia kegelapan. Meski beberapa diantaranya masih trauma dengan keputusan Iblis yang mengambil langkah perdamaian dengan dunia penyihir, bukan berarti Iblis tidak memiliki pendukung fanatik. Setidaknya, setengah lebih dari seluruh penduduk setan di dunia kegelapan masih menghormati kedudukan Iblis sebagai duta perdamaian. Tidak ada yang meragukan hal itu.

Disamping masih banyaknya setan yang masih loyal terhadapnya, Iblis memiliki kekuatan fisik dan militer yang sangat hebat. Satu pun setan di muka bumi ini tidak ada yang membantah fakta tersebut. Sesosok Iblis dapat menghadapi pertempuran dengan setidaknya seratus setan dari berbagai ras dengan berbagai latar belakang kekuatan. Iblis merupakan satu-satunya makhluk Para Dewa di dunia kegelapan yang bisa mengendalikan berbagai macam ilmu yang tidak di wariskan maupun tidak diajarkan kepada setan yang lain. Dan ilmu-ilmu itu diturunkan langsung oleh Para Dewa.

Bahkan sebuah ilmu penghancur pun Para Dewa berikan kepadanya. Betapa istimewanya sesosok Iblis di mata Para Dewa. Tidak heran memang, seganas-ganasnya preman setan dari ras manapun, meskipun memiliki pasukan gangster yang banyak dan sadis, mereka tetap menghormati kekaisarana Iblis.

Disamping pribadinya yang kuat, Iblis juga memiliki pasukan militer paling hebat di dunia kegelapan. Dengan persenjataan yang mutakhir dan pasukan militer yang terlatih dan memiliki darah dirinya, kekaisaran Iblis dianggap sebagai kekaisaran terkuat saat ini. Bahkan banyak pengamat menilai bahwa kekaisaran Iblis dapat di setarakan dengan kekuatan dua puluh negara maju. Hal ini menggambarkan betapa kuatnya kerajaan Iblis. Dan yang terpenting, betapa konyolnya seorang Al-Kuwail memiliki niat menggulingkan sebuah kekaisaran terbesar sepanjang sejarah dunia kegelapan. Dalam takaran apapun, dalam pandangan manapun, ide itu sungguh gila dan konyol. Sebuah negara yang hanya sebatas Saudi ingin menggulingkan sebuah kekaisaran Internasional. Hal ini tidaklah mungkin terjadi, kecuali dengan strategi politik dan strategi perang yang jitu. Itupun masih fifty-fifty.

Meskipun Al-Kuwail memiliki niat yang ambisius, tetap saja hati kecilnya masih memiliki rasa bimbang dan ragu. Dia selalu berpikir keras dalam menjalankan setiap rencananya dengan detail.  Setiap langkah yang hendak dia lakukan, akan dia kaji berhari-hari, bahkan berbulan-bulan. Dia masih memiliki sikap was-was dan berhati-hati. Dia masih tetap takut akan kekuatan militer Kuantana yang sangat hebat. Bahkan kehebatan Kuantana masih belum bisa digambarkan oleh siapapun, karena Iblis melarang media untuk meliput seluruh persenjataan Kuantana.

Hal ini menambah rasa kekhawatiran sosok Al-Kuwail. Oleh karena itu, dia tidak akan meremehkan setiap langkah selanjutnya, sekecil apapun itu. Ya, sekecil apapun. Al-Kuwail selalu mengawasi dengan mata kepalanya sendiri setiap langkah yang telah dia tentukan kepada bawahannya, untuk memastikan bahwa setiap pekerjaan berjalan dengan mulus dan lancar. Tidak ada satu pun yang dia lewatkan.

Ketika Al-Kuwail memerintahkan bawahannya untuk mengerjakan sebuah tugas, dia awasi secara langsung dari kamera pengintai maupun dengan kekuatan dirinya. Dia tidak ingin rencana yang sudah dia bangun hancur hanya gara-gara masalah sepele.

Dengan kesadaran itulah, Al-Kuwail sangat berhati-hati dalam menjaga kerahasiaan rencananya. Satu kata dalam rencananya bobol ke media, maka dirinya tamat. Mati bahkan hancur lebur. Pertemuan yang dilakukan oleh dirinya dengan ke-12 duta besar negara-negara kuat dunia yang memiliki hak veto di Majelis Umum Setan sudah barang tentu bersifat rahasia. Tidak ada satu setan pun yang tahu tentang pertemuan tersebut. Bahkan raja dari ke-12 negara sekutu tersebut pun tidak mengetahuinya. Semuanya tidak tahu.

Al-Kuwail sebagai pemimpin tertinggi Saudi, yakni raja tunggal yang tidak di perkuat oleh perdana menteri, hanya membutuhkan duta besar di setiap negara yang bisa dia kontrol sendiri untuk bisa menjaga mulut mereka dari media. Karena sungguh lah besar konsekuensi jika dia mendatangkan setiap raja dari ke-12 negara. Resiko yang sangat besar. Lagi pula, Al-Kuwail hanya membutuhkan dana yang besar untuk mengembangkan seluruh teknologi yang dia jalankan saat ini. Dia tidak butuh tentara. Dia tidak butuh dukungan resmi dari negara-negara super power. Dia hanya butuh dana. Dia hanya butuh emas. Emas yang bisa dia gunakan untuk menjalankan misinya. Apalah arti sebuah rencana, tanpa adanya dukungan materiil. Nol besar. Apalagi rencana Al-Kuwail ini merupakan misi hebat. Sungguh hebat. Misi yang mungkin sangat gila. Mungkin tidak ada satu setan pun yang akan berpikir bahwa sedang terjadi rencana bawah tanah untuk menggulingkan kekaisaran Iblis yang sungguh luar biasa hebat, setidaknya untuk ukuran dunia kegelapan.

 

=========================

Ditulis oleh : IDIK SAEFUL BAHRI, S.H.

Facebook Comments
TAGS:

IDIK SAEFUL BAHRI

Idik Saeful Bahri, S.H. adalah warganet yang aktif mempromosikan hubungan kuat antara Keagamaan, Kenegaraan, dan Kebudayaan. Bahwa ketiganya merupakan suatu kesatuan yang saling melengkapi, bukan merupakan bagian terpisah yang saling bertentangan. Islam, Indonesia, dan Tradisi, dapat hidup beriringan dalam kehidupan sosial masyarakat. Karena diatas ketiganya berdiri suatu fondasi kuat yang alamiyah dari Tuhan, yaitu Kemanusiaan. Konflik atas dasar pertentangan diantara agama, negara, dan budaya, seharusnya dapat dihindari karena kesadaran akan unsur kesatuan makhluk (Kemanusiaan). Dalam sebagian tulisannya, Idik Saeful Bahri biasa menggunakan nama pena, yakni @idikms.

Tinggalkan Balasan

Bahasa Rakyat