home CERITA PENDEK Cinta Semu Abad 23

Cinta Semu Abad 23

Setting of language : Indonesia in 2020

 

Waktu sudah menunjukkan pukul 6 am. Seperti biasa, Valens berangkat ke sekolah yang jaraknya sekitar 3,1 juta kilometer. Dia mengendarai Trayer (sejenis sepeda motor tanpa roda karena menggunakan sistem anti gravitasi tingkat A, yang jarak antara jalan dengan mesin adalah 3 meter). Dia hanya memerlukan waktu 45 menit untuk sampai di sekolahnya di Indonesia. Dia merupakan anak berkebangsaan India. Zaman sekarang, sudah trend-nya sekolah antar bangsa. Tak perlu dipungkiri, teknologi semakin canggih secepat mata berkedip. Baru kemarin ada mesin ketik, kemudian ada komputer, ada laptop,  ada internet, ada Seqtra (teknologi tahun 2057), kemudian teknologi-teknologi yang diciptakan selama abad 22, dan sekarang sudah ada Razukala, yang menghubungkan seluruh teknologi di sekitar 50.000 bintang dan planet di galaksi Bima Sakti. Begitu pula transportasi, dari zaman nenek moyang kita yang menggunakan sepeda motor,  sekarang sudah ada Vesayer, yang kecepatannya setengah lebih dari kecepatan cahaya. Kita bisa bayangkan, pertengahan abad 23, alat transportasi yang secepat cahaya akan muncul.

 

Mari kita lirik teknologi sekarang. Setelah nenek moyang kita pada tahun 2020 menetapkan aturan global, dunia yang primitif muncul sebagai dunia cerdas yang baru.  Banyak penemuan yang mengagumkan dan menjadi pembelajaran paling modern sekarang ini. Sejak Nex Agstrow berani berjelajah hingga keluar Tata Surya, seluruh pengetahuan menjadi lebih luas. Banyak pesawat-pesawat antariksa yang ditempatkan di setiap bintang. Dari data input yang diterima di bumi, banyak masukkan yang menggemparkan dunia. Banyak teori-teori abad 20 yang disempurnakan kembali. Jika di  abad 20 teori tersebut hanya mencakup kejadian di bumi, sekarang teori tersebut bisa ditempatkan di berbagai planet di Bima Sakti. Nuklir yang dulu merupakan teknologi penghancur yang dahsyat, setelah diketemukan Danster (anti-nuklir), kini menjadi teknologi yang hanya dimiliki oleh negara terbelakang saat ini. Perlu diketahui, kini dunia hanya membagi 2 status negara, maju dan terbelakang. Indonesia sendiri, sudah masuk kategori maju tujuh tahun lalu, tepatnya pada tahun 2194. Dalam jangka waktu tujuh tahun inilah, Indonesia berkembang pesat, hingga persentase kemajuan negara meencapai 77,85%  setiap tahun.

Perkembangan teknologi sangat berpengaruh pada proses pendidikan dunia. Zaman sekarang sudah menetapkan pendidikan antar bangsa, bahkan Study Tour yang dilakukan sekarang ini hingga menembus zona Pluto. Sekolah-sekolah terbaik-pun muncul. 5 negara yang memiliki tingkat pendidikan terbaik dunia ialah Iran, China, Mesir, Jerman dan Indonesia. Amerika Serikat yang dulu menjadi penguasa tunggal dunia, setelah mengalami pergolakan politik terbesar hingga menimbulkan inflasi maha dahsyat, akhirnya mengakui keunggulan negara lain. Politik benar-benar merubah suatu bangsa.

“Time’s 7 am, now……” bell berbunyi dengan keras tanda pembelajaran akan dimulai. Satu hal yang perlu diketahui, bahasa yang tersisa hingga saat ini hanya ada 2, Arab dan Inggris. Semua bahasa selain yang dua, hilang karena seleksi teknologi (bukan seleksi alam).

***

“Aku Cuma ingin bilang, bahwa aku mencintaimu…”, ucapan itu keluar tiba-tiba dari mulut Valens, ke arah Neira, padahal pembelajaran Dark Call (pembelajaran live dari luar angkasa) sedang berlangsung.

“Apa?”, tanya Neira sambil melirik ke arah temannya, Valens.

“Aku mencintaimu. Sungguh! Tadi malam aku baru menyadari, setelah 3 hari kita belajar bersama di sekolah ini, ternyata aku sudah jatuh hati kepadamu…”

“Hey, aku bukan perempuan murahan!”

“Ayolah, ini abad 23. Kita bersenang-senang dengan kebebasan. Jangan menjual diri semahal itu!”

“Aku seorang muslimah yang taat, aku tak akan memberikan diriku tanpa perkawinan yang sah menurut agama”

“Muslimah yang taat? Haha! Tak ada muslimah yang taat di zaman ini. Coba lihat disekelilingmu, mereka semua atheis! Tuhan telah mati! Kalau ada muslim-pun, pasti sudah liberal”

“Aku tak sudi dekat-dekat denganmu!”

“Dasar perempuan tak tahu diri!”

Pembicaraan mereka selesai. Perlu diketahui, hidup bebas sudah menjadi budaya umum dunia. Dari sekitar 18 miliar penduduk bumi saat ini, 9 miliar merupakan penganut paham atheis, 5 miliar menganut muslim, 3 miliar nasrani dan sisanya yahudi.

Bell pulang berbunyi. Neira pulang menuju rumahnya di Kazakhstan. Tapi tiba-tiba, setelah mengendarai Trayernya hingga Malaysia, dia bertabrakan dengan Bixon (bus dengan anti gravitasi A). Karena kerasnya tabrakan itu, Randa (pelindung tubuh)nya-pun tak bisa menyelamatkan nyawa Neira.  Neira meninggal dunia seketika itu juga. Berita meninggalnya Neira tersebar luas hingga ke Skuartika (sekolahnya bersama Valens). Mendengar berita yang tersebar cepat itu, banyak teman-teman kelas-nya yang langsung menjenguk ke Rumah Sakit Malaysia, termasuk Valens.

Tiba-tiba, kejadian di luar nalar otak manusia terjadi dan benar-benar menggemparkan dunia abad 23. Tubuh Neira yang baru bertabrakan itu memancarkan cahaya putih kebiru-biruan. Kejadian itu langsung di beritakan ke seluruh negara di dunia. Sekitar 15.000 profesor dari Perserikatan Ilmuan Dunia datang untuk mengidentifikasi penemuan tersebut. Tiga jam jenazah Neira diidentifikasi dan diteliti dengan cermat. Tapi tak membuahkan hasil, seluruh profesor yang datang mengerutkan keningnya, tanda sulitnya kejadian tersebut diterjemahkan ke dalam teori ilmiah. “Puji Tuhan, inilah keagungan Tuhan. Tuhan belum mati!”

Mendengar penjelasan beberapa profesor, Valens mulai ingat beberapa kata yang disampaikan oleh Neira, “Aku seorang muslimah yang taat…..”. Apakah ini tanda bahwa Tuhan itu ada?, tanya Valens dalam hati. Dia langsung membuka Razukala-nya. Dia browsing mengenai artikel-artikel masa lalu, tepatnya di tahun 2020. Dua jam dia menjelajah Razukala, akhirnya dengan tegas dia mengucapkan “Asyhaduallaila ha illallah, waasyhadu anna muhammadarrasulullah…”

***

Prof. Dr. H. Valens 159 X.Rs (Presiden World Islamic Center tahun 2215) berkata :

“Dunia ini semakin canggih, tapi semakin gila. Karl Marx telah mati, tapi Tuhan tidak akan pernah mati!”

Sumber : 23rd Century World Islamic Center (Dikutip dari Masa Depan)

 

====================

Ditulis oleh : IDIK SAEFUL BAHRI, S.H.

Facebook Comments
TAGS:

IDIK SAEFUL BAHRI

Idik Saeful Bahri, S.H. adalah warganet yang aktif mempromosikan hubungan kuat antara Keagamaan, Kenegaraan, dan Kebudayaan. Bahwa ketiganya merupakan suatu kesatuan yang saling melengkapi, bukan merupakan bagian terpisah yang saling bertentangan. Islam, Indonesia, dan Tradisi, dapat hidup beriringan dalam kehidupan sosial masyarakat. Karena diatas ketiganya berdiri suatu fondasi kuat yang alamiyah dari Tuhan, yaitu Kemanusiaan. Konflik atas dasar pertentangan diantara agama, negara, dan budaya, seharusnya dapat dihindari karena kesadaran akan unsur kesatuan makhluk (Kemanusiaan). Dalam sebagian tulisannya, Idik Saeful Bahri biasa menggunakan nama pena, yakni @idikms.

Tinggalkan Balasan

Bahasa Rakyat